Kini Proses Pembukaan Rekening Efek dan RDN Lebih Cepat dan Mudah

Kini Proses Pembukaan Rekening Efek dan RDN Lebih Cepat dan Mudah

Jakarta – Pasar Modal Indonesia membuat terobosan baru dengan melakukan penerapan simplifikasi pembukaan Rekening Efek (RE) dan Rekening Dana Nasabah (RDN). Pengembangan mekanisme simplifikasi pembukaan rekening ini dilaksanakan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian Efek (LPP) di Pasar Modal Indonesia.

Tujuan dari penerapan simplifikasi pembukaan RE dan RDN untuk memberikan kemudahan serta akselerasi proses pembukaan RE dan RDN yang sebelumnya membutuhkan proses yang cukup lama dan memerlukan waktu beberapa hari, karena terdapat tahapan yang cukup panjang dan melibatkan proses pengisian formulir secara manual serta diperlukan verifikasi data hingga proses tatap muka.




Pada alur yang baru penerapan simplifikasi tersebut, pembukaan RE dan RDN hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja, karena seluruh dokumen diproses secara digital.

Dengan dilaksanakannya penerapan simplifikasi pembukaan RE dan RDN, diharapkan dapat menjangkau masyarakat sampai pelosok negeri untuk menunjang aktivitas investasinya di pasar modal. Selain itu, dengan proses yang lebih cepat untuk membuka RE dan RDN, investor tidak kehilangan momentum untuk segera bertransaksi di Pasar Modal Indonesia.




Implementasi penerapan simplifikasi pembukaan rekening ini sejalan dengan arah pengembangan sektor jasa keuangan Indonesia yang tercantum dalam master plan sektor jasa keuangan Indonesia tahun 2015-2019, dengan tujuan untuk meningkatkan basis konsumen khususnya mempermudah persyaratan untuk menjadi investor dan konsumen.

Masyarakat yang ingin membuka RE dan RDN sebagai syarat menjadi investor di Pasar Modal Indonesia kini dapat melalui proses online dengan langkah-langkah berikut; Pertama, calon investor mengisi kelengkapan data pribadi untuk pembukaan rekening pada formulir pembukaan RE dan RDN. Elemen utama formulir adalah Nama Lengkap, Tempat Tanggal Lahir, NIK, Alamat e-Mail, dan Nomor Telepon Seluler. Selanjutnya, calon investor menyetujui ketentuan pembukaan RE dan RDN dengan menyampaikan formulir dan menandatanganinya secara online. Adapun tanda tangan tersebut dapat berupa spesimen tanda tangan, contoh tanda tangan, atau tanda tangan yang dibuat pada aplikasi Penyedia Jasa Keuangan (PJK).

Setelah investor mengisi data secara online, Perusahaan Efek (PE) tempat investor membuka rekening akan menerima notifikasi pembukaan rekening calon investor. PE selanjutnya akan melakukan input data calon investor untuk pembuatan SRE (Sub Rekening Efek) dan SID (Single Investor Identification) di KSEI, serta pembukaan RDN di Bank.

Selanjutnya KSEI akan menyampaikan SRE dan nomor SID yang sudah diterbitkan kepada PE. Secara bersamaan, Bank RDN akan membukakan RDN milik investor. PE kemudian akan menerima informasi RDN yang telah dibuka oleh Bank RDN. Langkah terakhir, investor mendapatkan informasi RDN, SRE, dan SID dari PE. Dengan telah didapatkannya ketiga persyaratan untuk menjadi investor tersebut, maka calon investor telah resmi menjadi investor untuk kemudian dapat melakukan transaksi efek di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada seluruh alur tersebut, tahap-tahap yang dilakukan terintegasi pada satu platform secara elektronik atau online, sehingga proses pembukaan RE dan RDN pun tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga dapat dilakukan di seluruh daerah di Indonesia.

Untuk mendukung inisiatif yang sudah dilakukan oleh KSEI, maka terdapat ketentuan dan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai acuan mengatur pedoman teknis pembukaan RE dan RDN secara elektronik melalui penerbitan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 6/SEOJK.04/2019 tentang Pedoman Pembukaan Rekening Efek Nasabah dan Rekening Dana Nasabah Secara Elektronik Melalui Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Perantara Pedagang Efek. Saat ini 16 Perusahaan Efek dan 5 Bank pengelola RDN telah tergabung dalam pilot project penerapan simplifikasi pembukaan RE dan RDN di Pasar Modal Indonesia.

SEOJK tersebut berisi pedoman teknis pembukaan Rekening Efek Nasabah dan Rekening Dana Nasabah secara elektronik, penyediaan Customer Due Diligence (CDD) pihak ketiga, serta pedoman formulir pembukaan rekening untuk nasabah individual. Penerbitan SEOJK tersebut bertujuan agar pelaksanaan CDD dapat tetap sesuai dengan ketentuan peraturan, namun juga tetap efisien dan memudahkan aktifitas transaksi di Pasar Modal. (TIM BEI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.