BEI Targetkan 75 Pencatatan Efek Baru Di 2019

BEI Targetkan 75 Pencatatan Efek Baru Di 2019

Jakarta – Tahun 2019, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 75 Pencatatan Efek baru dan  diharapkan Pencatatan Efek baru tersebut sebagian besar dikontribusikan dari Pencatatan Saham baru sebagaimana tahun 2018. Bursa optimis bahwa dengan perekonomian yang baik dan dukungan dari pemerintah, ke depannya akan lebih banyak lagi perusahaan yang tertarik untuk melakukan Pencatatan Efek baru khususnya Pencatatan Saham baru di BEI. Optimisme tersebut tergambar dengan telah tercatatnya 7 saham perusahaan baru pada tahun 2019. Jumlah Perusahaan Tercatat baru di kuartal pertama tahun 2019 sampai dengan bulan Maret ini, merupakan periode dengan jumlah perusahaan tercatat saham baru tertinggi dibandingkan dengan jumlah perusahaan tercatat baru di kuartal pertama selama 5 tahun terakhir.

Sebagai catatan, pada tahun 2018 terdapat 57 Perusahaan yang telah melakukan Pencatatan Saham baru, dimana jumlah tersebut merupakan rekor penambahan Perusahaan Tercatat Saham sejak privatisasi Bursa pada tahun 1992 dan merupakan yang tertinggi untuk Pencatatan Saham baru di ASEAN.




Untuk merealisasikan target tersebut, BEI memiliki beberapa strategi diantaranya, go public branding, institutional relations, high level approach, dan stakeholder engagement.

Kampanye “Go Public Lebih Baik!” dibuat dalam rangka meningkatkan awareness perusahaan di Indonesia mengenai manfaat Pasar Modal dan Go Public. BEI akan memperbanyak kegiatan program kampanye mengenai manfaat Go Public.




Institutional Relations diadakan untuk mengoptimalisasikan sinergi dengan berbagai institusi di Indonesia dalam upaya memberikan awareness bagi perusahaan di Indonesia untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) dan melakukan pencatatan saham di BEI. Kerja sama institusional tersebut dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar dapat memudahkan Perusahaan di Indonesia melakukan pendanaan melalui pasar modal.

Sedangkan High Level Approach merupakan upaya manajemen BEI melakukan diskusi dan memberikan awareness kepada pemilik usaha di Indonesia untuk memperkenalkan pendanaan melalui pasar modal. Kegiatan ini akan dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Profesi Penunjang Pasar Modal.

BEI juga melakukan upaya Stakeholder Engagement. Tidak hanya melalui pendekatan eksternal, BEI juga mengajak seluruh bagian dari SRO untuk turut serta mensukseskan target 75 Pencatatan Efek Baru di BEI pada tahun 2019, melalui networking internal yang dimiliki  oleh stakeholder Bursa yang berpotensi untuk mencari pendanaan melalui pasar modal.

Tidak hanya dari sisi peningkatan jumlah Pencatatan Efek baru, BEI juga kerap melakukan berbagai kegiatan dalam meningkatkan jumlah investor melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi pasar modal kepada berbagai lapisan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat berbagai inovasi dalam sisi penyebaran konten, melalui iklan di televisi, radio, dan aktivasi social media BEI (above the line).

Sementara aktivitas below the line diisi dengan kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi investor, yang mengutamakan interaksi dan praktik (learning by doing) dengan  melibatkan Anggota Bursa secara aktif.

Pendekatan tersebut telah membuahkan hasil yang sangat baik, yaitu peningkatan jumlah investor saham sebesar 36% pada akhir 2018 dari tahun 2017 dan menciptakan rekor pertumbuhan jumlah investor tertinggi, yaitu sebanyak 223.749 investor baru dalam setahun.  Pertumbuhan jumlah investor tersebut didominasi generasi milenial atau dalam rentang usia 18-30 tahun yang meningkat lebih dari 100% dalam dua tahun terakhir.

Jika pada tahun 2018 tema utama kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada calon investor dan investor adalah memastikan efektivitas pelaksanaan kegiatan (cost effective), pada tahun 2019 ini, BEI fokus untuk melakukan kolaborasi dan sinergi kegiatan sosialisasi dan edukasi bersama para stakeholders pasar modal dan jalur – jalur distribusi yang telah terbangun dengan baik selama ini.

Keikutsertaan stakeholders pasar modal semakin ditingkatkan dengan berkolaborasi bersama asosiasi-asosiasi dan komunitas-komunitas investor di pasar modal, maupun lebih dari 400 Galeri Investasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Melalui kampanye “Yuk Nabung Saham”, telah tercatat rata-rata jumlah investor aktif per bulan selama tahun 2018 mencapai 128.497 investor, atau meningkat 30% dari angka rata-rata pada 2017.  Sementara  jumlah investor aktif per bulan sampai dengan akhir Februari 2019 telah mencapai 170.632 investor, atau meningkat 32% dari angka akhir 2018. Terlebih lagi, jumlah investor saham sampai dengan 19 Maret 2019 telah tumbuh sebanyak 59.729 investor (7%).

Peningkatan yang sangat baik juga tercatat pada pertumbuhan aktivitas di pasar modal syariah. Jumlah investor saham syariah tercatat sebanyak 44.536, atau tumbuh sebesar 92% pada tahun 2018 jika dibandingkan dengan tahun 2017. Tercatat 13 Anggota Bursa yang sudah menyediakan sarana perdagangan SOTS (Syariah Online Trading System). Sepanjang 2018, BEI telah menyelenggarakan 223 kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal syariah bekerja sama dengan 10 mitra kerja sama edukasi. *** (TIM BEI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.