Transaksi Saham di BEI Sudah Sesuai Syariah

Transaksi Saham di BEI Sudah Sesuai Syariah

Jakarta – Investasi di pasar modal kerap menjadi pertanyaan masyarakat muslim. Apakah berinvestasi di pasar modal, seperti membeli saham, obligasi atau reksa dana, dibenarkan secara syariah atau tidak? Jawabannya, berinvestasi di pasar modal sesuai dengan prinsip syariah. DSN-MUI sebagai lembaga yang berwenang mengeluarkan fatwa terkait keuangan syariah di Indonesia telah mengeluarkan berbagai fatwa terkait dengan pasar modal Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggunakan Fatwa DSN-MUI tersebut sebagai referensi dalam menerbitkan peraturan mengenai Pasar Modal Syariah Indonesia.

Terkait dengan perdagangan Efek Bersifat Ekuitas, termasuk saham, DSN-MUI telah mengeluarkan fatwa khusus No.80/DSN-MUI/III/2011 tanggal 8 Maret 2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek.  Fatwa tersebut menjelaskan bahwa transaksi saham di Bursa Efek Indonesia boleh dilakukan dan sesuai dengan prinsip Syariah.




Fatwa DSN-MUI di atas menjelaskan bahwa transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan prinsip syariah apabila pertama, hanya melakukan jual-beli saham Syariah dan kedua, tidak melakukan transaksi yang dilarang secara syariah. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan saham syariah adalah Efek Bersifat Ekuitas yang termasuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK dan dalam penyusunannya melibatkan DSN-MUI.

Contoh transaksi yang dilarang secara syariah adalah short selling dan margin trading. Dalam transaksi short selling, investor menjual saham yang belum dimilikinya dengan harapan akan membeli kembali pada saat turun. Tranksaksi jenis ini termasuk ke dalam kategori Bai’ al-Ma’dum, yaitu jual beli yang objeknya tidak ada pada saat akad, atau jual beli atas barang padahal penjual tidak memiliki barang yang dijualnya. Sementara dalam transaksi saham dengan fasilitas margin trading, investor melakukan transaksi saham dengan fasilitas pinjaman berbasis bunga (riba) atas kewajiban penyelesaian pembelian saham.




Fatwa tersebut juga menjelaskan bahwa saham syariah yang sudah dibeli boleh ditransaksikan kembali meskipun penyelesaian administrasi transaksinya (settlement) baru dilaksanakan pada T+2, berdasarkan prinsip qabdh hukmi.

Transaksi saham di pasar reguler Bursa Efek Indonesia menggunakan mekanisme continous auction yaitu transaksi yang menggunakan mekanisme tawar menawar secara berkesinambungan. Dalam mekanisme ini, akad yang digunakan adalah akad Bai’ al-Musawamah yaitu akad jual beli dengan kesepakatan harga pasar yang wajar melalui mekanisme tawar menawar secara berkelanjutan.

Untuk memfasilitasi investor dalam melakukan transaksi saham sesuai prinsip syariah, 13 Perusahaan Efek Anggota Bursa Efek Indonesia telah mengembangkan sebuah sistem dimana investor hanya dapat melakukan transaksi saham sesuai prinsip syariah yang disebut Shariah Online Trading System (SOTS). Dalam sistem ini, investor hanya dapat melakukan transaksi saham yang termasuk ke dalam kategori saham syariah. Tidak hanya itu, sistem ini akan membantu investor dalam menghindari transaksi yang dilarang secara syariah karena melalui sistem ini, investor tidak akan bisa melakukan transaksi short selling dan tidak tersedia fasilitas margin trading.

13 Perusahaan Efek Anggota Bursa Efek Indonesia yang menyediakan layanan Shariah Online Trading System (SOTS) tersebut antara lain:

  1. Indo Premier Sekuritas
  2. Mirae Asset Sekuritas Indonesia
  3. BNI Sekuritas
  4. Mandiri Sekuritas
  5. Tri Megah Sekuritas Indonesia, Tbk
  6. Panin Sekuritas, Tbk
  7. Phintraco Sekuritas
  8. Sucor Sekuritas
  9. FAC Sekuritas Indonesia
  10. MNC Sekuritas 
  11. Henan Putihrai Sekuritas
  12. Philip Sekuritas Indonesia
  13. RHB Sekuritas

Pertumbuhan investor syariah sangat tinggi pada tahun 2018. BEI mencatat jumlah investor syariah hingga akhir tahun 2018 sebanyak 44.536 atau sebesar 5,2% dari total jumlah investor pasar modal di Tanah Air, jumlahnya melonjak 92% dibandingkan dengan tahun 2017. 

Per Januari 2019, Jumlah saham syariah di BEI mencapai 65% (403 Perusahaan Tercatat) dengan nilai transaksi saham syariah mencapai 49% dari total nilai transaksi saham BEI.

Leave a Reply

Your email address will not be published.