4 Emiten Dan 5 Perusahaan Efek Raih IDX Appreciation pada CEO Networking 2018

4 Emiten Dan 5 Perusahaan Efek Raih IDX Appreciation pada CEO Networking 2018

Jakarta Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menggelar CEO Nerworking 2018 yang dihadiri para CEO dari Stakeholders di Pasar Modal Indonesia dengan tema “Embrace Networking & Synergy to Compete Globally”. Acara yang  merupakan rangkaian HUT ke-41 Pasar Modal Indonesia ini berlangsung awal Desember di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place.

Sebanyak empat emiten mendapatkan apresiasi dalam bentuk IDX Appreciation pada acara CEO Networking 2018. Ke-11 emiten tersebut adalah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, sebagai Perusahaan Tercatat Saham Terbaik Kategori Kapitalisasi Pasar di atas Rp10 Triliun. PT Sri Rejeki Isman Tbk sebagai Perusahaan Tercatat Saham Terbaik Kategori Kapitalisasi Pasar di bawah Rp10 Triliun. PT Indofood Sukses Makmur Tbk sebagai Perusahaan Tercatat Obligasi Terbaik Kategori Perusahaan Publik. PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai Perusahaan Tercatat Obligasi Terbaik.




Selain emiten, IDX Appreciation diberikan kepada empat perusahaan efek yang menjalankan aktivitas sebagai perantara pedagang efek dan penjamin emisi efek, serta satu perusahaan efek yang menjalankan aktivitas manajer investasi. Dari keempat perusahaan efek, PT Mandiri Sekuritas berhasil meraih tiga penghargaan sebagai Anggota Bursa Terbaik Kategori Pertumbuhan Investor,  Penjamin Emisi Terbaik Kategori Aktivitas Penjaminan, dan Penjamin Emisi Terbaik Kategori Nilai Penjaminan Saham. Masih dalam satu grup perusahaan, PT Mandiri Manajemen Investasi juga meraih IDX Appreciation untuk kategori Manajer Investasi Terbaik.

Perusahaan efek lain yang mendapatkan penghargaan adalah PT Panin Sekuritas Tbk sebagai Anggota Bursa Terbaik Kategori Kinerja Keuangan. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai Anggota Bursa Terbaik Kategori Aktivitas Transaksi. Dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai Penjamin Emisi Terbaik Kategori Nilai Penjaminan Obligasi.




Tujuan utama acara CEO Networking 2018 terutama untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan (horizon) para CEO Stakeholders Pasar Modal Indonesia untuk dapat bersinergi dan menggali potensi dari perkembangan ekonomi dalam mendukung kegiatan usaha perusahaan dan secara berkesinambungan mendukung kemajuan Pasar Modal Indonesia. Acara ini dihadiri oleh CEO Stakeholders di Pasar Modal Indonesia, yaitu Perusahaan Tercatat, Anggota Bursa, Perusahaan Binaan IDXIncubator, Bank Kustodian, Manajer Investasi, Selling Agent serta perwakilan Asosiasi, Investor Institusi, dan Stakeholders Pasar Modal Indonesia lainnya.

Presiden RI Joko Widodo hadir menyampaikan keynote speech pada acara CEO Networking 2018. Beliau tampil setelah Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi menyampaikan pidato pembuka dilanjutkan laporan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution.

Usai keynote speech dari Presiden RI, acara berlanjut dengan talk show yang menghadirkan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Diskusi panel yang dimoderatori Kania Sutisnawinata ini mengangkat tema “Strategi Memperkuat Daya Saing Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global”.

Masih dalam rangkaian acara CEO Networking 2018, dihadirkan Founder of Triputra Group Theodore Permadi Rachmat pada sesi Inspiring Luncheon yang menceritakan Success Story of Triputra Group. Diharapkan sharing ini memberi inspirasi, serta memicu para CEO Perusahaan Tercatat untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan dengan tetap menerapkan Good Corporate Governance.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan ekonomi terbesar dan memiliki berbagai macam potensi yang menarik untuk tujuan investasi di dunia. Dengan Produk Domestik Bruto (PDB) lebih dari US$ 1 triliun Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara dengan PDB terbesar di ASEAN dan urutan ke-4 sebagai negara dengan PDB terbesar se-Asia, sesuai data dari Internasional Monetary Fund per Oktober 2018.

Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada 2050 mendatang setelah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), India, dan Amerika Serikat (AS) (Analisis Price Waterhouse Coopers/PwC 2017; Indonesia Akan Menjadi Negara dengan Perekonomian Terbesar ke-4 di 2050). Dengan potensi dan pencapaian ekonomi Indonesia tersebut, baik Pemerintah maupun industri terkait perlu menjaga kinerja perekonomian nasional dengan mengantisipasi tantangan yang ada, khususnya ketidakpastian perekonomian global.

Saat ini, situasi ekonomi global dipengaruhi berbagai faktor, antara lain penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah, yang menjadikan pasar keuangan AS relatif lebih menarik dibandingkan emerging markets. Di sisi lain, perang dagang yang terjadi antara AS dan RRT serta pengaruhnya terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi global juga turut meningkatkan volatilitas di pasar keuangan.

Melihat kondisi yang ada dan dikarenakan industri pasar modal merupakan salah satu cerminan dan indikator perekonomian suatu negara, industri Pasar Modal Indonesia diharapkan dapat menjaga kinerjanya, serta turut mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia. Inilah antara lain rangkuman dari CEO Networking 2018. (TIM BEI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.