Penyelesaian Transaksi T+2 Berlaku November 2018

Penyelenggaraan pasar modal yang profesional, transparan, dan efisien merupakan prinsip yang dipegang teguh Self Regulatory Organization (SRO) sebagai penyelenggara bursa. Karena itu, perbaikan kualitas pelayanan terus dilakukan dari waktu ke waktu, sejalan dengan perkembangan teknologi, sekaligus agar selaras dengan perkembangan pelayanan maupun prinsip-prinsip baru yang dianut di bursa-bursa dunia.




Salah satu perbaikan yang terus menerus dilakukan bursa-bursa dunia terkait dengan kecepatan dan ketepatan waktu penyelesaian manfaat bagi para investor. Salah satu perkembangan terbaru seiring kemajuan teknologi adalah percepatan penyelesaian transaksi. Bursa-bursa dunia kini merekomendasikan pengembangan pasar modal dengan cara mempersingkat siklus penyelesaian transaksi Bursa menjadi T+2. Sejauh ini bursa saham Indonesia masih menerapkan ketentuan penyelesaian transaksi pada T+3.

Merespon penerapan Global Best Practice tersebut, 18 Juli 2018 lalu, para SRO yang terdiri atas Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta didukung oleh Anggota Bursa, Bank Kustodian, Bank Pembayaran, Bank Indonesia, dan Pelaku Pasar lainnya mencanangkan percepatan siklus penyelesaian transaksi Bursa menjadi 2 hari.

Berbagai inisiasi integrasi sistem teknologi informasi sebelumnya juga telah dilakukan oleh SRO seperti pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) pada tahun 2011, penerapan Straight Through Processing (STP) yang mengotomasi proses eksekusi transaksi hingga Penyelesaian, hingga penggunaan Single Investor Identification (SID) pada tahun 2012 untuk kegiatan transaksi bursa maupun jasa layanan lainnya yang disediakan SRO, memungkinkan proses alokasi dana dan efek dalam penyelesaian transaksi lebih cepat dari praktik penyelesaian saat ini, yaitu T+3.

Percepatan jangka waktu penyelesaian Transaksi Bursa menjadi T+2 tentu memberikan manfaat bagi industri pasar modal untuk terus meningkatkan harmonisasi antar Bursa pada level global. Langkah ini akan memudahkan Transaksi Efek lintas Bursa maupun lintas negara. Percepatan menjadi T+2 juga akan meningkatkan likuiditas Transaksi Bursa melalui percepatan reinvestment dari modal para investor, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengurangi risiko sistemik yang dapat terjadi di Pasar Modal.




Menjelang penerapan kebijakan baru ini, SRO telah menempuh sejumlah langkah persiapan penting. Selama periode 2016 – 2018, SRO telah melakukan kajian, menyebarkan kuesioner, melakukan Focus Group Discussion, melaksanakan Control Self Assessment, dan menyelenggarakan pertemuan dengan Anggota Bursa, Bank Kustodian, Bank Pembayaran, penyedia aplikasi di Anggota Bursa, dan juga nasabah, baik nasabah lokal, asing, retail maupun institusional.

Setelah proses sosialisasi tersebut, SRO pun memastikan bahwa implementasi Penyelesaian Transaksi Bursa T+2 akan resmi diselenggarakan mulai Senin, 26 November 2018. Sedangkan hari terakhir perdagangan dengan siklus Penyelesaian Transaksi Bursa T+3 direncanakan pada Jumat, 23 November 2018. Selanjutnya hari pertama Perdagangan dengan siklus Penyelesaian T+2 akan dilaksanakan pada hari Senin, 26 November 2018. Dengan demikian, hari penyelesaian pertama dengan siklus T+2 jatuh pada hari Rabu, 28 November 2018. Implementasi Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa T+2 makin menegaskan upaya Pasar Modal Indonesia untuk menciptakan Pasar yang Wajar, Teratur, dan Efisien serta memiliki daya saing dan kredibilitas tingkat dunia.




 




Leave a Reply

Specify Facebook App ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Facebook Login to work

Your email address will not be published.