Papan Pencatatan Bursa Efek Indonesia

Jakarta – Dalam melakukan investasi di pasar saham, mungkin investor belum membayangkan perusahaan yang sahamnya mereka beli, sebenarnya masuk ke kategori apa. Banyak metode dan pendekatan yang digunakan untuk menentukan kategori perusahaan, salah satunya adalah dari aspek Papan pencatatan Bursa.




Lantas, saham-saham mana saja yang bisa dibeli melalui perusahaan sekuritas? Ada dua Papan Pencatatan yang selama ini menjadi tempat tercatatnya saham-saham yang diperjualbelikan. Dan akan ada tambahan satu Papan Pencatatan baru tempat tercatatnya saham-saham yang bisa dipilih investor. Di tiap papan-papan inilah bisa dipilih saham-saham perusahaan yang sesuai dengan kriteria saham yang diinginkan investor.

Papan Pencatatan adalah papan yang digunakan untuk mengklasifikasikan perusahaan berdasarkan kondisi perusahaan pada saat melakukan pencatatan di Bursa Efek. Saat ini ada 2 papan pencatatan di Bursa Efek Indonesia. Papan yang pertama disebut Papan Utama. Papan Utama berisi saham-saham perusahaan berskala besar yang diukur dari nilai aktiva berwujud bersih minimal Rp100 miliar. Sementara papan kedua dinamakan Papan Pengembangan, untuk saham-saham perusahaan yang memiliki nilai aktiva berwujud bersih minimal Rp5 miliar, belum membukukan keuntungan, namun termasuk perusahaan prospektif.

Untuk Perusahaan Tercatat di Papan Utama, minimal harus sudah beroperasi 36 bulan. Sementara di Papan Pengembangan diperbolehkan saham perusahaan yang baru 12 bulan beroperasi. Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat di Papan Utama harus sudah diaudit setidaknya selama tiga tahun terakhir dan Laporan Keuangan terakhir mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari kantor akuntan publik. Sedangkan Perusahaan Tercatat di Papan Pengembangan cukup diaudit oleh akuntan publik selama 12 bulan terakhir dengan status WTP.

Jumlah pemegang saham yang tercatat di Papan Utama sekurangnya 1.000 pemegang saham. Sementara di Papan pengembangan sekurangnya 500 pemegang saham. Syarat saham yang tercatat di Papan Pengembangan lebih ringan dari Papan Utama, untuk memberikan kesempatan perusahaan potensial namun belum memiliki histori panjang atau belum membukukan laba usaha bisa menawarkan sahamnya kepada publik. Tinggal publik yang memilih berdasarkan potensi keuntungan dan risiko yang siap ditanggung.




Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meluncurkan papan perdagangan ketiga, yakni Papan Akselerasi. Papan Akselerasi ini nantinya akan dibedakan dengan Papan Utama dan juga Papan Pengembangan di BEI. Nantinya, papan ini juga akan mengakomodasi calon Perusahaan Tercatat yang berasal dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang melakukan penawaran umum dengan menggunakan POJK 53 yang selama ini belum dapat mencatatkan sahamnya dengan kriteria pencatatan di Papan Pengembangan. (TIM BEI)




 




Leave a Reply

Specify Facebook App ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Facebook Login to work

Your email address will not be published.