Seleksi CMPDP Kembali Diselenggarakan Di Babel

Pasar modal merupakan salah satu faktor pendorong yang berpengaruh besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku Self-Regulatory Organization (SRO) bekerjasama untuk menumbuhkembangkan industri pasar modal.

Seleksi CMPDP Kembali Diselenggarakan Di Babel

Untuk menumbuhkembangkan industri pasar modal, selain edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia, pasar modal juga membutuhkan tenaga profesional yang bisa menggerakkan industri pasar modal ke arah yang lebih cerah di masa depan. Oleh karena itu SRO kembali menyelenggarakan seleksi Capital Market Professional Development Program (CMPDP) pada tahun 2018 ini.

Seleksi CMPDP diselenggarakan untuk menjaring tenaga profesional yang handal dalam dunia pasar modal sehingga bisa memberikan arah positif bagi pertumbuhan industri pasar modal. Adapun proses seleksi dan perekrutan  dilakukan secara terpusat oleh The Indonesia Capital Market Intitute (TICMI).




Direktur Utama The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) Mety Yusantiati mengatakan bahwa Capital Market Professional Development Program (CMPDP) menjadi salah satu cara untuk meningkatkan tingkat literasi dan tenaga profesional untuk pasar modal Indonesia.

Program CMPDP tahun 2018 ini sukses menarik antusiasme para calon tenaga profesional pasar modal terbukti dengan diikutinya seleksi awal CMPDP dengan jumlah pelamar mencapai 3.962 orang pelamar. Namun setelah melalui proses seleksi administrasi tersisa 3.575 kandidat yang berhasil lolos untuk mengikuti tahap selanjutnya yaitu seleksi tertulis CMPDP yang akan dilaksanakan serentak di 29 kota besar di Indonesia. Salah satu tempat seleksi tertulis CMPDP akan dilaksanakan di kota Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung.




Seleksi tertulis tersebut diadakan di kota Pangkalpinang pada hari Sabtu, 21 April 2018. Para peserta yang lolos seleksi administrasi di kota Pangkalpinang sebanyak 16 orang pelamar. Para pelamar mengikuti tes tertulis dengan penuh antusias agar bisa menjadi bagian dari industri pasar modal.

Setelah seleksi tertulis tersebut, para calon profesional pasar modal yang lolos akan mengikuti serangkaian tes lainnya sampai dengan terpilihnya peserta terbaik yang akan mengikuti 6 bulan program pengembangan dan 6 bulan on the job training.

Dengan semakin banyaknya ketersediaan tenaga profesional, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengharapkan agar pasar modal Indonesia menjadi pasar modal terbaik di kawasan ASEAN pada tahun 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published.