Hamil Di Luar Nikah! Siswi Ini Tidak Tahu Siapa Yang Menghamilinya

Pergaulan anak-anak zaman sekarang membuat resah para orang tua. Apalagi ketika anak-anak sudah mengenal yang namanya cita-cintaan, maka jika hal tersebut terjadi akan membawa dampak sangat buruk bagi anak. 

Hamil Di Luar Nikah! Siswi Ini Tidak Tahu Siapa Yang Menghamilinya

 Apalagi saat ini begitu banyaknya kasus siswi hamil diluar nikah, hal tersebut semakin membuat resah para orang tua. 

Kasus tersebut terjadi kepada salah seorang siswi Kediri. SN (17), siswi SMA di Kabupaten Kediri membuat resah orangtuanya.




Mirisnya, SN tidak bisa mengetahui siapa pria yang menghamilinya. Lantaran SN mengaku dia menjalin hubungan dengan dua orang pria sekaligus AI (17) dan AW (21). 

Ia mengaku telah melakukan hubungan intim dengan dua pria tersebut layak suami istri. Namun, kedua pria tersebut tak ada yang mengaku dan bertanggungjawab.




 

Akhirnya, orangtua SN melaporkan hal tersebut ke Polres Kediri lantaran kedua pria tersebut tak ada yang mau bertanggungjawab.

Dan tak lama setelahnya, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Kediri mengamankan dua pria tersebut.

Kasus tersebut terbongkar ketika orang tua korban, MS (50) curiga dengan perubahan fisik anak nya. 

Orang tua korban meminta kedua pria yang telah menghamili anaknya untuk bertanggung jawab terkait perbuatannya. Namun kedua tersangka menolaknya.

 

Karena tidak ada titik temu, akhirnya orang tua korban melaporkan kasus asusila ini ke Unit PPA Polres Kediri.

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Hanif Fatih Wicaksono mengatakan sesuai hasil pemeriksaan penyidik, kedua tersangka terbukti melakukan persetubuhan dengan korban yang berstatus masih di bawah umur.

“Kedua tersangka mengakui telah menyetubuhi korban,” ungkapnya di Polres Kediri, Senin (26/2/2018).

Hanif menjelaskan persetubuhan ini dilakukan kedua tersangka lebih dari satu kali.

 

“Kedua tersangka kami tahan karena terbukti melakukan persetubuhan terhadap korban di bawah umur. Saat terjadi asusila korban masih berusia 16 tahun dan 17 tahun,” kata Hanif.

“Tersangka tidak ada yang mau tanggung jawab. Korban berpacaran dengan dua tersangka secara bergantian,” ucapnya dikutip dari tribunnews.com.

anif mengatakan meski tersangka AI berusia 17 pihaknya akan tetap melakukan penahanan. Kedua tersangka dijerat Pasal 81 dan 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak ancaman hukuman penjara di atas tujuh tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.