Besok Sandiaga Uno Diperiksa Polda Metro Jaya, Sebagai Saksi Kasus PT Japirex

Penyidik Polda Metro Jaya akan melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno terkait dugaan penipuan dan penggelapan tanah di Jalan Curug Raya, Tangerang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pemeriksaan akan dilakukan setelah Sandi mangkir pada panggilan Oktober 2017.




“Yang bersangkutan kita jadwalkan untuk diperiksa Kamis (18 Januari) besok,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa 16 Januari 2018.

Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan rekan Sandiaga di PT Japirex, Andreas Tjahyadi sebagai tersangka. Sementara Sandiaga Uno Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai saksi.

Sebelumnya Fransiska Kumalawati melaporkan Sandi terkait pemalsuan sertifikat nomor 1020 milik PT Japirex. Cerita ini bermula ketika manajemen Japirex, Sandiaga dan Andreas Tjahyadi pada 2012 yang merupakan pemilik saham di PT Japirex berencana menjual aset Japirex seluas sekitar 6.000 meter persegi di jalan Curug Raya, Tangerang.

Di belakang tanah tersebut terdapat 3.000 meter persegi milik Djoni Hidayat. Berdasarkan keterangan Djoni, tanah 3.000 meter tersebut merupakan tanah titipan dari almarhumah Happy Soeryadjaya. Di mana, almarhumah merupakan istri pertama Edward Soeryadjaya.




Dalam daftar perusahaan PT Japirex, disebutkan bahwa hanya ada dua orang, yaitu Sandi dan Andreas sebagai pemilik perusahaan. Berkas perusahaan tersebut adalah akta perusahaan ketika PT Japirex yang dilikuidasi pada 2009. Di mana ketua tim likuidasi adalah Andreas Tjahyadi.

Fransiska mengungkapkan Sandiaga bersama Andreas telah menjual sebidang tanah dengan luas 3.000 meter persegi yang terletak di Jalan Raya Curug, Tangerang, Banten. Padahal, kata Fransiska, tidak pernah ada perjanjian antara pihaknya dengan Sandiaga dan Andreas mengenai penjualan tanah tersebut. Dia menilai Sandiaga sudah melanggar aturan.




Laporan Fransika tertuang dalam laporan polisi nomor LP/109/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimum, Senin, 8 Januari. Sebelumnya Djoni Hidayat melalui kuasa Fransiska Kumalawati Susilo melaporkan kasus dugaan penggelapan tanah tersebut ke Polda Metro Jaya sejak Maret 2017.

Selain itu, Fransiska juga melaporkan Sandiaga dan Andreas atas kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang ke Polda Metro Jaya. Laporan polisi teregistrasi dengan nomor: LP/1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum pada 8 Maret 2017.

Akibat tanahnya digelapkan oleh pemegang saham PT Japirex, pelapor merasa sangat dirugikan. Pelapor juga mengaku tidak mempunyai motif apa pun dalam melaporkan masalah ini.

 




Leave a Reply

Your email address will not be published.