Pria Ini Hina Presiden Jokowi Dan Tito Karnavian Di Facebook, Begini Isi Postingannya

Penghinaan atau perkataan buruk terhadap kepala negara atau presiden, memang sudah sering terjadi. Penghinaan terhadap kepala negara kerap terjadi lantaran masyarakat yang mungkin kesal atau marah dengan keadaan ekonomi yang kian memburuk.

Kasus penghinaan terhadap kepala negara datang lagi dari seorang pria asal Medan, Farhan. Farhan melakukan tindakan tersebut dari sebuah postingan melalui akun facebooknya Ringgo Abdillah.




Farhan ternyata tak hanya menghina Jokowi, Ia juga menghina kapolri, Jenderal Tito Karnavian.

Terakhir, Farhan mengunggah status pada Kamis 17 Agustus 2017 pukul 10.53 WIB. Status itu menyertai tindakannya membagi berita soal Sri Rahayu yang ditangkap karena dianggap menghina Jokowi.

Begini isi postingan Farhan di akun facebooknya, Ringgo Abdillah.

Banyak orang menghina jokowi dan tito karnavian masuk penjara dalam hitungan hari..tapi kenapa gue yang telah sering menghina, mengedit wajah jokowi dan tito karnavian sampai sekarang belum masuk penjara??????????




Hei pak polisi, tangkap gue, kalau enggak, gue akan rekrut teman-teman gue untuk menguasai medsos agar si joko***** tumbang di pilpres 2019 nanti.”

Polisi berhasil membekuk Farhan dikediamannya, Jalan Bono, Glugur Darat I, Medan Timur. Polisi menyita sejumlah barang bukti untuk mengedit foto dan handphone yang digunakan untuk membuat postingan di facebook. Barang bukti tersebut didapat dari kamar pria asal medan itu.




Atas tindakannya, Farhan terancam hukuman penjara selama 2 tahun.

Tuntutan terhadap pria asal Medan itu, Farhan disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Raskita JF Surbakti dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (3/1). Dia menyatakan Farhan telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 27 ayat (3) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Saat ditanya pada persidangan, Farhan mengaku kesal dengan kebijakan pemerintah, harga-harga naik, pengangguran tinggi dan pangan diimpor.

 




Leave a Reply

Your email address will not be published.