Wow!! Ternyata Canduan Game Online Lebih Berbahaya Dari Narkoba

Narkoba adalah obat yang terlarang yang sangat berbahaya bagi para pengguna yang udah kecanduan. Namun, tahukah kamu ternyata game online lebih berbahaya loh dari pada narkoba. Kok bisa gitu?

Kecanduan game online ternyata bisa menyebabkan kematian. Salah satu contohnya adalah Di Korea Selatan, seorang pemuda meregang nyawa di kafe internet setelah bermain game online selama 50 jam tanpa henti.




Seorang pria Taiwan ditemukan tewas di depan komputer setelah tiga hari berturut-turut bermain game online, tanpa jeda. Ada juga bocah 3 tahun di Korsel yang tewas karena ditelantarkan orangtuanya yang tersihir permainan game online.

Permainan game online juga bisa menyebabkan seseorang bersikap menjadi lebih agresif. Di China, seorang remaja 15 tahun tega menusuk ibunya sendiri hingga tewas, hanya karena sang bunda dianggap mengganggunya saat ia main di warnet.

Kisah yang lebih tragis juga terjadi di Tiongkok. Ibu dan anak sama-sama bunuh diri. Hal itu dikarenakan game online.

Meski tak seekstrem hingga kehilangan nyawa, ancaman lain ternyata mengintai para pecandu game online.




Selain sikap yang menjadi lebih agresif, game online juga bisa menyebabkan kesehatan menurun. Tidak mengherankan anak-anak yang memiliki kegemaran memainkan permainan game online memiliki daya tahan tubuh yang lemah akibat kurangnya aktivitas fisik, duduk terlalu lama, sering terlambat makan, sering terpapar pancaran radiasi dari layar monitor komputer dan sebagainya. Penyakit-penyakit yang sering dijumpai pada mereka yang mengalami kecanduan memainkan permainanan ini, diantaranya: serangan jantung, stroke, mata minus, obesitas, paru-paru, dislokasi jari-jari tangan, penyakit saraf, ambeien dan penyakit di sekitar tulang punggung.

Begitu banyak orang-orang yang telah kecanduan game online. Mulai dari orang dewasa, remaja hingga anak-anak. Sangat banyak dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari game online.




Selain kesehatan yang dipengaruhi oleh game online, game online juga dapat mengajarkan anak-anak untuk melakukan pemborosan. Permainan online juga mendidik seseorang untuk hidup boros, bagi mereka yang tidak memiliki fasilitas komputer di rumah, mereka terpaksa harus datang ke warnet yang menyediakan permainan-permainan tersebut dan otomatis harus mengeluarkan uang. Biaya pemakaian listrik di rumah pasti juga akan mengalami pembengkakan, khususnya bagi mereka yang menggunakan komputer desktop selama berjam-jam tanpa henti.

Selain bersifat boros, juga dapat memakan waktu yang sangat  berharga. contohnya yang dialami salah seorang mahasiswa asal Depok ini.

Tsani Kurniawan adalah salah satu mahasiswa yang mengalami canduan game online. Ia mengaku kecanduan game online. Tak perlu ke warnet dan membayar sekitar Rp 4.000 per jam. Pemuda 26 tahun itu cukup buka laptop di kamar kos dan mengandalkan paket internet.

Setiap hari ia memainkan gim Dota2. “Bangun, makan dulu, langsung main. Dari jam 19.00 malam sampai subuh. Terhitung kecanduan ini,” kata dia saat di temui di rumah kosnya Depok, Jawa Barat.

Kebiasaannya itu diakuinya sempat mengganggu perkuliahannya di salah satu universitas negeri ternama di Depok. “Menyelesaikan skripsi sampai 2 tahun sih,” kata dia.

Tak hanya memengaruhi studi, kebiasaannya main game online membuatnya tak sempat bersosialisasi. “Banyak teman-teman ngajak ketemuan, tapi saya tidak menanggapi, terus mereka ngamuk,” kata dia.

 

 




 




Leave a Reply

Your email address will not be published.