Cerita Tragis!! Banjir Terjang Tubuh Mugi

Hujan lebat beberapa hari terakhir menyebabkan bencana banjir di beberapa wilayah Jawa Tengah (Jateng). Wilayah Dusun Kasiran, Desa Mlipak, Wonosobo juga terjadi hujan lebat hingga meluapnya saluran air.

Luapan air yang deras membuat tanggul saluran air di RT 2 RW 8 Kasiran jebol hingga sampai ke rumah warga bahkan ada beberapa rumah warga yang rusak.

Bencana banjir yang terjadi di Dusun Kasiran, Desa Mlipak, Wonosobo menelan satu korban, Mugiyanto(65)(28/11/2017).

Besarnya luapan air membuat dinding rumah Mugiyanto rusak hingga air masuk kedalam rumah dan menghanyutkan barang seisi rumah.




Tak hanya barang Mugiyanto yang hanyut diterjang banjir, namun Sugiyanto yang tak sempat meloloskan diri juga ikut terbawa oleh derasnya arus banjir.

Berdasarkan penjelasan Dedek, Ketua RT 2 RW 8 Kasiran Mlipak Wonosobo, rumah Sugiyanto tepat berada dibawah tanggul yang jebol, sehingga rumah Sugiyanto yang paling parah kerusakannya.

Ahmad, warga setempat masih terngiang ucapan terakhir Mugiyanto saat dimintanya segera keluar rumah. Pada saat air mulai tinggi yang pada saat itu ketinggian air setinggi betis orang dewasa, Ahmad meneriaki warga untuk segera keluar rumah, karena melihat luapan terus membesar, sementara retakan tanggul semakin meluas hingga membuat ia berpikir akan terjadi bencana.

Warga yang berada di dalam rumah, segera keluar untuk menyelamatkan diri, namun Mugiyanto yang pada waktu itu hendak membawa cangkul untuk memperbaiki saluran air yang berada di belakang rumahnya, agar aliran luapan beralih dan tak menghantam rumah masih terjebak di dalam rumah.

Ahmad berteriak, menyuruh Mugiyanto agar lekas keluar, karena tanggul mulai bedah.

“Saya panggil untuk keluar, dia jawab nun (ya), panggilan ketiga sudah tidak jawab saat tanggul longsor dan menjebol rumah,” ungkapnya, Rabu (29/11/2017).

Tanggul yang hanya berjarak 2 meter dari rumah Mugi akhirnya benar-benar tanggul selebar 4 meter, hingga menghantam dinding rumah Mugi dari sisi samping sampai ke belakang sekitar 8 meter.

Panggilan Ahmad ke Mugi tak lagi dijawab.

Rabu (29/11/2017), banjir telah surut, rumah Mugi telah dibersihkan dari material longsor dan puing rumah, namun tubuh Mugi tak terlihat di puing rumah itu. Tubuh Mugi yang tua renta itu tak tau hilang kemana.

Pukul 10.30 WIB, jasad Mugi ditemukan tersangkut bangkai pohon kelapa yang terbawa arus Sungai Serayu bawah jembatan gantung Selokromo Leksono Wonosobo, atau 10 kilometer dari tempat kejadian.

Anggota tim SAR Gabungan, Wisnu Huda Wardana mengungkapkan, sebelum korban tersangkut di jembatan gantung, korban tersangkut di batang pohon kelapa yang ikut hanyut diterjang banjir.

Menurut Wisnu jasad korban masih utuh, hanya saja terdapat sedikit lecet karena terkena benturan keras.

Kini korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Wonosobo sebelum dikembalikan ke pihak keluarga.

 

 

 

 

 




 




Leave a Reply

Your email address will not be published.