Ternyata Ini Cerita Pilu Dibalik Kocaknya Mpok Atik

Perempuan kelahiran 28 Februari 1956 tersebut dikenal sebagai sosok yang kocak dan selalu ceria ketika di layar kaca, apalagi dengan sifat latahnya.

Karier Mpok Atiek mulai cemerlang memasuki tahun 2000-an hingga sekarang.

Ia bermain di berbagai film layar lebar, di antaranya Gotcha (2006), Bukan Pocong Biasa (2011), hingga Jendral Kancil The Movie (2012).




Sejumlah sinteron pun pernah dibintanginya, satu di antara yang fenomenal adalah sinetron Gerhana.

Selain  menjadi bintang artis Mpok Atiek juga mempunyai usaha sampingan dengan membuka sebuah studio foto dan butik di area Thamrin City Mall.

Sebelum menjadi seorang artis terkenal seperti sekarang, ternyata Mpok Atiek punya cerita masa lalu yang begitu memilukan. Mulai dari urusan keuangan hingga rumah tangga.

Pada sebuah tayangan video di channel YouTube CumiCumi, Mpok Atiek mengaku dirinya dulu hanya dibayar Rp 2.500 untuk sekali syuting.

Dengan penghasilan dari syuting untuk bayar ongkos saja tidak mencukupi.

Mpok Atiek mengatakan, ia juga pernah tidak bisa makan karena tidak punya cukup uang.

“Pergi syuting nggak punya duit, bus aja numpang. Itu (syuting) sampai sore, asli nggak makan,” ujarnya. Saya hanya minta air putih saja, tambahnya lagi.

Namun, karena kerja kerasnya yang tak pernah lelah, hingga ia bisa menjadi lebih baik seperti sekarang.

“Satu perjuangan yang alhamdulillah Allah kasih seperti sekarang ini,” pungkasnya.

Ternyata selain masalah keuangan, Mpok Atiek juga pernah menjadi  korban pelakor atau pernah dislingkuhi.

 

“Singkat cerita, suami Mpok diambil teman, teman dekat lah. Itu aja yang nggak bisa terima sampai sekarang,” ujar Mpok Atiek.

Karena masa lalunya itulah, Mpok Atiek mengaku masih takut mempunyai suami lagi.

“Mpok juga kan perempuan normal yang butuh perhatian, butuh kasih sayang, butuh pendamping. Tapi karena hatinya sudah menolak, jadi jalan satu-satunya yang bikin Mpok tidak kesepian ya di lokasi syuting,” katanya.

Sayangnya, kebahagiaan di lokasi syuting hanya sementara saja.

Ketika Mpok Atiek berada di rumah, kesedihan pun mendatanginya.

“Orang kan ngelihatnya Mpok happy, ketawa-ketiwi. Padahal nggak boleh munafik, kalau di rumah itu selalu menangis,” katanya sambil mengusap air mata.




 




Leave a Reply

Your email address will not be published.