Beginilah Ancaman Setya Novanto Ke Golkar

Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) dan Ketua DPR, Setya Novanto yang menjadi tersangka kasus korupsi KTP Elektronik kini mendekam di salah satu kamar isolasi Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas 1 Jakarta Timur cabang Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  

Setelah beberapa hari mendekam di Tahanan (Rutan) Negara Kelas 1 Jakarta Timur cabang Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setya Novanto menulis pesan yang ditujukan ke DPP Partai Golkar melalui secarik kertas.

Surat tersebut ditandatangani Novanto diatas materai dan menunjuk Idrus Marham untuk menjadi Plt Ketua Umum.

Setelah beredarnya surat tersebut, kini beredar kabar bahwa Setya Novanto mengancam partai berlambang Pohon Beringin itu, apabila dirinya diberhentikan dari jabatannya.




Seorang pengurus DPP Partai Golkar membenarkan kabar tersebut. Pengurus DPP Partai Golkar tersebut mengatakan ancaman yang akan dilakukan Novanto adalah membeberkan aliran dana E-KTP yang masuk ke Golkar.

Pengurus DPP Partai Golkar mengatakan bahwa Setya Novanto masih menginginkan posisi sebagai ketua umum Golkar meski sudah menjadi tahanan KPK.

SetNov beralasan masih ada langkah hukum yang memungkinkan dirinya bebas dari tahanan.

“Iya mungkin dia optimis akan menang di praperadilan besok. Jadi, dia masih ingin menjabat sebagai ketua umum,” terangnya.

Namun, Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali membantah informasi tersebut, Ia mengaku tak ada ancaman dari Setya Novanto.

Ia menjelaskan isi surat Novanto ke Golkar bahwa Setnov menginginkan partai tetap berjalan dengan baik dan mengikuti proses hukum yang berlaku. Serta tidak perlu membuat kegaduhan.

“Pesannya, agar Golkar bisa berjalan sebagaimana mestinya. Jangan gaduh. Ya yang begitu. Tidak ada ancaman,” jelasnya.

 

 




 




Leave a Reply

Your email address will not be published.