Strategi Rebalancing Saham di Akhir Tahun

Bila mengamati data historis pergerakan pasar saham beberapa tahun terakhir, akan terlihat polanya tak berbeda dengan perputaran musim. Ada periode tertentu terjadi musim hujan atau kemarau. Begitu pula pasar saham, ada periode tertentu di mana harga saham cenderung menguat atau justru menurun.

Nah, biasanya pada kuartal IV atau mendekati akhir tahun pasar lebih sering mengalami tren penguatan. Para pemodal fokus mencermati sentimen-sentimen positif yang datang untuk melakukan akumulasi. Kalaupun ada angin sentimen negatif biasanya lebih sering diabaikan.

Kondisi ini terjadi lantaran banyak pemodal khususnya yang berskala institusi tengah melakukan strategi rebalancing portofolio, tujuannya agar mencatatkan kinerja menarik atau mendapatkan return sesuai target awal tahun saat tutup buku di ujung tahun.

Saat rebalancing, pemodal biasanya melepas saham-saham yang berkinerja kurang baik dan dianggap kurang menguntungkan, lalu mengakumulasi saham-saham potensial terutama blue chip atau yang berkapitalisasi besar. Aksi ini berdampak pada penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).




Investor  saham memang disarankan menata ulang portolionya dalam beberapa periode sekali. Bisa setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Pasalnya, seiring berjalannya waktu, nilai investasi akan mengalami perubahan, bisa naik bisa juga turun. Akibatnya bobot yang sudah ditetapkan sejak awal bisa bergeser.

Nah, ketika nilai bobot tersebut menyimpang dari rencana, investor perlu melakukan penyesuaian pada portofolio investasi tadi, agar portofolio investasi bisa sama atau lebih tinggi dari rencana awalnya.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.