Perkenalkan Pasar Modal Syariah Indonesia, BEI Kunjungi Dubai Financial Market

Indonesia negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan pasar modal syariah di tanah air.

Dubai –  Indonesia baru mulai mengembangkan pasar modal Syariah sejak diluncurkan reksa dana syariah oleh Danareksa Investment Management di tahun 1997. Namun, fatwa pasar modal syariah pertama baru dikeluarkan Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI tahun 2001.

Artinya, pasar modal syariah di Indonesia relatif masih baru, berusia 16 tahun. Itulah yang mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan kunjungan ke Dubai Financial Market (DFM), Uni Emirat Arab. Kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas perdagangan satu-satunya pasar modal di dunia yang berprinsip syariah. Di pasar modal negara-negara lain seperti Indonesia selain mengembangkan pasar modal berprinsip syariah, juga mengembangkan pasar modal konvensional.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, aktivitas transaksi efek di DFM telah dijalankan dengan prinsip syariah secara sempurna. Selain mekanisme transaksi dilakukan secara syariah, sistem hari kerja di DFM juga dilakukan secara syariah antara Minggu sampai dengan Kamis.




Kunjungan BEI ke DFM ini juga menjajaki pertukaran pengetahuan. Hal ini dilakukan agar pasar modal syariah di dalam negeri dapat semakin berkembang dan diharapkan ke depannya dapat menjadi penghubung dengan pasar modal syariah dunia.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.