Kecapean Kerjakan Tugas Sekolah, Remaja Ini di “tiduri”. Kaget Ketika Tahu Siapa Pelakunya.

Kasus kekerasan seksual belakangan semakin sering terjadi. Tidak hanya di luar negeri, melainkan juga di Indonesia.

Para pelakunya selain orang lain, juga tidak jarang dilakukan oleh orang-orang yang sudah dikenal korban.
Itu seperti kasus pemerkosaan yang baru-baru ini terjadi.

Seorang gadis berusia 18 tahun tampak tertegun diam di sebuah kursi besi kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kediri, Jumat (16/6/2017).

Gadis cantik berinisal BL didampingi sang ayah bersama dua orang advokat itu melaporkan kejadian kekerasan seksual yang dialaminya beberapa bulan lalu.




Wanita kelahiran 1998 ini disetubuhi alias diperkosa oleh pria berinisial BN (35), warga Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri yang baru dikenalnya sekitar empat bulan.

Perbuatan bejat pelaku dilakukan saat korban dalam kondisi tidak sadar saat kelelahan usai mengerjakan tugas sekolah pada bulan Febuari 2017 lalu.

Korban disetubuhi oleh pelaku di sebuah kantor travel yang berada di wilayah Gurah.

“Saya tidak sadar tiba-tiba tertidur. Saat terbangun sudah di dalam kamar dan saya merasakan sakit di bawah perut (kemaluannya),” ujar korban ditemui Surya, di kantor Pidum Polres Kediri.

Sontak, korban yang mengeluh sakit itu dihampiri oleh pelaku.

Korban menangis saat pelaku mengaku telah menyetubuhi korban saat tidak sadarkan diri.

Bahkan, korban sempat diancam agar tidak bercerita atas kejadian ini kepada siapapun.

Termasuk bercerita kepada orang tuanya.

Gadis polos ini hanya bisa pasrah atas nasib yang dialaminya itu.

Dia tak berdaya dan terpaksa menuruti apa yang diperintahkan pelaku.

“Saya sangat takut diancam sama dia (pelaku). Makanya saya diam dan merahasiakan hal ini,” ungkapnya.

Sebelum kejadian biadab itu terjadi, korban bertemu dengan pelaku hendak menuju rental komputer untuk mengerjakan tugas sekolah.

Karena sudah malam dan tidak ada rental komputer yang buka pelaku mengajak korban untuk print tugas di kantor travel.

Korban mengenal pelaku saat sedang berjualan buah di daerah Kandat.

Entah apa yang diberikan oleh pelaku tiba-tiba korban tak sadarkan diri dan tertidur pulas.

Diduga saat melihat korban tak sadarkan diri timbul niat jahat pelaku yang berujung persetebuhan.

“Saya tidak ingat apa-apa kejadiannya sudah lama. Setelah kejadian itu saya diantar pulang,” imbuhnya.

Selanjutnya, korban yang disibukkan dengan try out dan ujian kelas XII kala itu tak menyadari perubahan pada bentuk fisiknya.

Usai ujian UAN korban merasa perubahan perutnya yang samakin membesar.

Orang tua korban yang curiga dan mencecar korban hingga akhirnya dia menggaku kalau sudah disetubuhi oleh pelaku.

Tak pelak, ayah korban yang enggan disebutkan namanya karena privasi itu melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib.

“Kemarin mau ke Jakarta diajak pelaku untuk menggugurkan kandungan anak saya. Ya saya nggak terima harus ada pertanggung jawaban,” terang ayah korban.

Sedangkan, Jesica Yenny Susanti dan Tegar Handi Suprahedi selaku kuasa hukum yang mendampingi korban untuk melaporkan kejadian kekerasan seksual ini ke Polres Kediri.

Menurut Jesica panggilan akrab Jesica Yenny Susanti, kliennya itu merupakan orang yang tidak mampu yang tak berdaya apabila berurusan dengan polisi.

“Kami mendapat aduan dari masyarakat terkait kasus kekerasan seksual yang dialami seorang remaja wanita. Hati kami tergerak dan langsung menghampiri korban ke kontrakannya di Dusun Tapan Desa Bakung Kecamatan Udanau Kabupatem Blitar,” katanya.

Dikatakannya, korban yang baru saja lulus dari salah satu SMA di Kandat Kabupaten Kediri itu awalnya merasa takut untuk melaporkan kejadian ini ke polisi.

Namun dia menyakinkan korban agar kasus asusila yang dialaminya agar secepatnya dilaporkan ke pihak berwajib.
“Saya dampingi sampai proses hukum hingga pelaku didapat dihukum setimpat dengan perbuatannya menghancurkan masa depan korban,” tegasnya.

Dikatakannya, bayi yang dikandung korban berpotensi cacat permatur. Sebab ada upaya pelaku untuk menggunggurkan bayi tersebut.

“Korban diminta minum racikan obat untuk menggurkan bayi dalam kandungannya. Namun itu tak berhasil dan saat ini korban dalam kondisi hamil besar,” bebernya.

Ditambahkanya, pelaku merupakan seorang pengusaha travel yang sudah mempunyai dua orang istri.

Dia bersama korban menempuh langkah hukum agar perbuatan keji terhadap remaja ini tidak kembali terulang.

“Pelaku bisa dijerat pasal 286 tentang persetubuhan yang dilakukan dengan wanita dalam kondisi tidak sadar ancaman hukuman sembilan tahun. Dan pasal 299 terkait upaya untuk mengugurkan kandungan ancaman lima tahun,” pungkasnya. (Surya/Mohammad Romadoni/tribunnews.com)




 




Leave a Reply

Your email address will not be published.