Jabbar Ali Panggabean : Mawapres Hingga Penulis buku

Jabbar Ali Panggabean, sosok pria kelahiran Pangkalan Brandan 09 Desember 1994. Kini ia masih aktif sebagai mahasiswa tingkat akhir di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Sumatera Utara (FASILKOM-TI USU).

Pria yang akrab disapa Jabbar ini juga merupakan mahasiswa berprestasi Universitas Sumatera Utara. Jabbar mewakili seluruh mahasiswa yang ada di Pulau Sumatera untuk mengikuti ajang pencarian Mahasiswa Berprestasi tingkat Nasional.

Pada akhir seleksi pencarian Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional, jabbar hanya menjadi Top 10 Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional.

Disamping itu jabbar juga menyempatkan untuk menulis buku yang berjudul The Changemaker. Sesuai dengan arti dari judul tersebut, buku ini berisi tentang keberhasilan dari tokoh-tokoh yang berperaruh didunia.




Didalam buku tersebut juga ia tuliskan kisah kegagalan yang selama ini ia lewati hingga sekarang. Ia bercerita tentang kegagalan yang pernah ia alami dalam hidupnya.

Kegagalan itu adalah ketika Jabbar tidak lulus keperguruan tinggi pada tahun pertama setelah ia tamat SMA. Kegagalan di tahun pertama tidak membuat putus asa dari seorang Jabbar Ali.

Untuk mengisi kekosongan waktu setahun sebelum mencoba kembali masuk perguruan tinggi, Jabbar memutuskan untuk bekerja sebai mekanik sepeda motor Honda.

Berkat kegigihan dan kerja keras selama menjadi mekanik sepeda motor, Jabbar mendapat Predikat Sangat baik sebagai Mekanik Sepada Motor yang diberikan oleh CV. Indako Trading Company.

Jabbar Ali melalui bukunya The Changemaker ingin membawa perubahan-perubahan yang nyata dan mampu mensugesti orang untuk melakukan perbuhan baik untuk diri sendiri maupun perubahan untuk orang banyak.

Buku yang telah dirilis pada Maret 2017 silam ini telah diproduksi dan siap dipasarkan keberbagai pelosok daerah agar orang bisa membaca buku tersebut.

Jabbar Ali juga berharap banyak yang terinspirasi dari buku yang ia tulis. Dan dia juga berpesan jangan takut untuk gagal karena sesungguhnya kegagalan itu adalah kesuksesan yang tertunda.

Ia juga berkata bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan semaksimal mungkin perbuatan itu dapat bermanfaat bagi orang lain. Jangan takut untuk bertindak karena Tuhan selalu berada disisih kita.




 




Leave a Reply

Your email address will not be published.