Ekspor Tekstil Bodong Berisi Plastik-Plakstik Air

Ekspor Tekstil Bodong Berisi Plastik-Plakstik Air

Penggagalan ekpor tektsil bodong yang akan di eksporkan kebeberapa negara digagalkan oleh bea cukai. Ekspor tekstil ini awalnya menggunakan modus dengan mengisi sebagian container dengan plastic-plastik berisi air dan sebagian di bagian tertutup terisi dengan tekstil bodong.

Curiga dari pihak cukai adalah, pelaporan dari pihak PT SPL memberitahukan bahwa ekspor barang 4,038 roll didalam container, ketika pemeriksaan berat container sesuai dengan yang dilaporkan, namun ketika diperiksa, hanya terdapat 583 roll kain dan selebihnya berisi plastic-plastik air. Hal ini dilansir dari, bisniskeuangan.kompas.com, Rabu (3/5/2017).

Sri Mulyani, selaku Menteri Keuangan saat melakukan Konfersi pers di Jakrta bahwa hal ini, dapat dipastikan bahwa mereka ingin membobol keuangan Negara.

Menurut Sri Mulyani bahwa hal ini dilakukan karena perusahaan tekstil bodong ini untuk mendapatkan berbagai fasilitas intensif yang dilakukan permerintah dalam pengimporeksporan bahan baku produksinya. Namun intensif yang diberikan pemerintah ini juga menjadi pendorong daya saing perusahaan Indonesia yang disalahgunakan perusahaan dengan melakukan ekspor bodong.

Bukan hanya PT SPL, PT LHD juga melakukan ekspor bodong yaitu, mengekspor gorden, namun gorden tersebut hanya sebagian dan sebagian lagi di isi dengan plastic-plastik berisi air.

Potensi kerugian yang diterima negara akibat praktik kecurangan tersebut, menurut Sri Mulyani mencapai Rp 118 miliar.

Dari kecurangan ini, terdapat 3 orang tersangka atas dua kasus kecurangan ekspor. Tiga orang ini terjerat dalam Undang-Undang Kepabeanan hingga tindak pidana pencucian uang.




Leave a Reply

Your email address will not be published.