Anak Di Gunung Kidul, Memilih Bekerja daripada UNBK

Hari ini siswa dan siswi SMP Indonesia melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Namun, ada sesuatu yang janggal di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, ada sebanyak 26 siswa SMP yang tidak mengikuti UNBK. Mereka malah memilih bekerja daripada mengikuti ujian UNBK.

Bahron Rosyid selaku Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) mengatakan bahwa ada sekitar 21 laporan mengenai 26 siswa yang tidak ikut UNBK, dan dengan berbagai alasan, ada yang memilih bekerja, ada juga 4 siswa yang meninggal dunia serta 1 sedang sakit.

Bahron mengatakan bahwa anak-anak yang memilih bekerja, melakukan hal tersebut karena kurangnya biaya sekolah dan factor ekonomi lainnya. Pihak sekolah sudah mengajak dan menghimbau orangtua siswa dan siswa untuk kembali kesekolah, namun mereka menolak akan hal itu.




Karena dari pihak Dinas ingin mereka yang tidak ikut UNBK minimal lulus sampai jenjang SMP, dan lebih baik jika sampai SMA.

Untuk UNBK, ada sekitar 36 sekolah yang digabung. Dan ada 942 komputer yang disediakan dengan harga mencapai Rp 4,5 miliar. Dan dari 36 sekolah, UNBK berjalan lancar di beberapa sekolah.

Untuk masalah yang dihadapi selama UNBK ini pada hari pertama yaitu mati listrik dan login bermasalah, namun masih dapat diatasi dengan baik.

Badingah selaku Bupati Gunungkidul melakukan pemantauan dan memuji kerja keras disdikpora serta persiapan sekolah dalam menghadapi UNBK.

“Pelaksanaan ujuan lancer, tidak ada kendala listrik atau internet,” katanya.




 




Leave a Reply

Your email address will not be published.