Taksi Online Tidak Akan Bertarif Murah

Medan, Jelasberita.com| Aturan untuk batas tarif taksi online yang sudah direvsi akan berjalan sesui dengan rencana yaitu pada tanggal 1 April 2017 mendatang. Aturan Permenhub No.32/216 dinilai Ombudsman penting, hal ini dikarenakan karena aturan itudapat melindungi pengemudi-pengemudi taksi online.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji memastikan bahwa harga murah untuk taksi online tak aka nada lagi. Dan untuk formulasi tarif taksi online, Kemenhub menyerahkan hal itu kepada pemerintah daerah.

Alvin Lie salah satu anggota Ombudsman menerangkan bahwa bila tariff tak di batasi maka banyak operator yang akan saling banting harga hingga tarifnya tak rasional. Bantingan harga atau perangan harga antar operator ini akan menyebabkan hilangnya biaya perawatan mobil yang harus disisihkan pengemudi dengan tarif normal.




Bukan hanya itu, tarif yang terlalu murah, maka akan terjadi kerja paksa terhadap pengemudi hal ini dapat membuat pengemudi kurang istirahat dan mengakibatkan kecelakaan saat ia sedang bekerja.

Namun sebelum adanya undang-undang revisi ini, tiga operator layanan transportasi online yakni Gojek, Grab dan Uber kompak menolak dan menyatakan keberatan mereka atas revisi tersebut. Mereka meminta untuk menunda atau memberikan perpanjangan masa tenggang untuk aturan revisi tersebut.

Yang menjadi keberatan mereka dari sebelas poin ada empat point yang mereka beratkan, yaitu: penetapan batas tarif, kuota jumlah kendaraan taksi online, pengalihan nama kepemilikan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atas nama pribadi menjadi atas badan hukum, serta pelaksanaan uji kir di sejumlah daerah.

Menanggapi keberatan itu, Ombudsman menilai semestinya tanggapan tersebut disampaikan jauh-jauh hari ketika uji publik diadakan. Namun selama periode itu, menurutnya ketiga perusahaan justru hanya bungkam.




 




Leave a Reply

Your email address will not be published.