Bagaimana pakaian Terpidana Saat Hadapi Eksekusi Mati?

eksekusi mati

Pada Jumat, 29 Juli 2016 dini hari, eksekusi mati jilid III di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah telah berlangsung. Dari 14 terpidana yang mendapat vonis eksekusi mati akhirnya hanya 4 orang yang akhirnya dihukum mati.

Keempat belas terpidana itu awalnya telah mendapat vonis hukuman mati dan sudah dipersiapkan untuk menjalani eksekusi. Pakaian khusus untuk menhadapi para penembak mati juga sudah rapi dikenakan masing-masing terpidana.




Masing-masing terpidana tercatat memeluk agama yang berbeda – beda sehingga pakaian yang mereka kenakan juga berbeda – beda dalam menjalani eksekusi.

Menurut Abdul Aris, Koordinator Lapas se-Nusakambangan, terpidana yang memeluk agama Islam mengenakan pakaian gamis dan dilengkapi oleh kopiah. Warna yang dikenakan tidak ditentukan oleh pihak lapas, yang penting rapi dan bersih.

” Pak Zulfiqar, Pak Freddy, Pak Gurdip, dan Pak Pujo pakai baju gamis semua karena mereka beragama Islam. Persiapannya sudah lengkap semua dipersiapkan tinggal menjalani saja,” kata Aris, Sabtu (30/7/2016).

Sedangkan terpidana yang beragama non-Muslim, menurut Ari juga sudah mempersiapkan diri. Namun tidak ada pakaian khusus yang dikenakan seperti baju daerah atau baju lainnya.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.