Lebih Dekat dengan Instrumen Obligasi   

Jakarta, Jelasberita.com | Dalam dunia bisnis, keuangan dan investasi, kata atau istilah obligasi seringkali disebut. Sebagian masyarakat juga kerap mendengar istilah itu. Namun tidak sedikit orang yang ternyata belum mengetahui apa sebenarnya obligasi tersebut. Tidak jarang juga yang menyamakan saham dengan obligasi. Padahal kedua surat berharga tersebut sangatlah berbeda. Bila saham merupakan bukti kepemilikan seseorang atau badan terhadap suatu perusahaan, maka obligasi dapat didefinisikan sebagai instrumen hutang dalam bentuk sekuriti yang diterbitkan oleh pemerintah, korporasi, atau penerbit lainnya ditujukan untuk mengumpulkan dana.

Pihak korporasi atau swasta biasanya menerbitkan obligasi untuk tujuan ekspansi atau pengembangan usaha, ada juga dana yang dihimpun digunakan untuk membayar utang lainnya, baik utang yang akan jatuh tempo maupun utang yang dianggap berbunga tinggi. Sementara pemerintah menerbitkan obligasi, untuk keperluan pembiayaan pembangunan, sering juga untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara, termasuk membayar utang jatuh tempo negara.

Pertanyaannya, bisakah publik atau masyarakat memiliki atau membeli obligasi? Lalu apa benefitnya dan risikonya? Seperti halnya saham, obligasi juga diperdagangkan di pasar modal. Masyarakat bisa membelinya saat pertama kali obligasi diterbitkan (pasar perdana) atau setelah obligasi tersebut tercacat di Bursa Efek Indonesia (pasar sekunder). Landasannya tertera dalam UU RI No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, dimana obligasi disebut sebagai salah satu bagian dari efek yang diperdagangkan di bursa.




Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3 4 5







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.