Ini Persiapan Matang TNI Bebaskan WNI dari Sekapan Abu Sayyaf

pasukan TNI

TNI bergerak cepat begitu terjadi penyanderaan 10 warga negara Indonesia. Pasukan TNI langsung mempersiapkan diri di Pulai Natuna begitu perintah operasi pembebasan digelar. Namun sayang, operasi ini masih terkendala hubungan diplomatik antara Filipina dan Indonesia.

Tak hanya 10 WNI saja namun beberapa minggu kemudian 4 orang WNI kembali disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. Keadaan ini membaut TNI bersikap siaga atas serangan perompak dan semakin meningkatkan persiapan diri bila turun perintah operasi pembebasan.




20160428204711-2-gladi-resik-hut-tni-au-ke-70-007-dru

Tarakan diubah menjadi markas operasi untuk menyiapkan berbagai sekenario pembebasan. Latihan militer dilakukan baik di darat maupun di laut secara besar-besaran.

Tiga kesatuan TNI yaitu di darat, laut dan udara mengirimkan pasukan elite mereka untuk melakukan persiapan bersama. Jumlah pasukan sekitar 500 orang dari pasukan Denjaka, Den Bravo, Kopassus, Kopaska, dan Satuan Pengintai Pertempuran. Latihan gabungan ini dibentuk menjadi Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) dan berpusat di markas Komando Lantamal Tarakan, Mamburungan, kota Tarakan, Kalimantan Utara. Tak hanya itu, pasukan juga dilengkapi dengan Alat Utama Sistem Pertahanan (alutsista) TNI guna melakukan penghancuran dengan target adalah musuh ketika operasi pembebasan.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.