Bawaslu dan BNN Akan Bekerjasama Dalam Perekrutan Kepala Daerah Yang Bersih Dari Narkoba

Banwaslu akan gandeng BNN pada Pilkada 2017 mendatang. Foto : hariansinggalang.co.id

Jakarta, Jelasberita.com| Di Indonesia, narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) saat ini tak hanya merambah masuk dikalangan masyarakat biasa saja, tetapi juga mulai merasuki di kalangan atas, terutama para Aparatur Pemerintahan.

Seperti peristiwa yang baru-baru ini terjadi, terungkap seorang bupati, sekretaris DPRD suatu daerah tertangkap tangan memiliki narkoba dan positif terjangkit barang haram tersebut. Hal ini tentunya sangat mengejutkan kita, mengingat saat waktu-waktunya yang kita harapkan akan dihabiskan untuk memberikan kulitas dalam kepemimpinannya di daerah, malah dihabiskan untuk menggunakan barang haram tersebut. Apakah pemimpin pilihan rakyat yang seperti ini yang kita inginkan? Tentunya tidak.




Disamping itu, ada juga sebuah pertanyaan besar yang saat ini menjadi perbincangan publik. Bagaimanakah perekrutan Kepala Daerah yang terjangkit narkoba tersebut dapat lolos dari tes kesehatan sebagai syarat dapat mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Apakah ada unsur money politik demi memuluskan tes kesehatan dari pasangan setiap calon Kepala Daerah tersebut, ataukah setiap tes kesehatan tersebut hanyalah sekedar formalitas belaka, tanpa diadakan pengecekan yang lebih lanjut secara teliti. Dalam hal ini tentunya yang patut dipertanyakan adalah kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), apakah mereka telah melaksanakan tugasnya secara benar dan teliti dalam perekrutan Kepala Daerah tersebut.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.