Bukannya Didukung, Seorang Anak Jenius Justru Tidak Diperbolehkan Ikut UN

Seorang siswa kelas VI SD, Patto Sayyaf mendatangi kantor DPRD Jatim didampingi kedua orangtuanya untuk menyampaikan permasalahannya dilarang mengikuti UN oleh sekolahnya. Foto : pojokpitu.com

Surabaya, Jelasberita.com| Seorang siswa kelas VI SD, Patto Sayyaf terlihat sedang mendatangi kantor DPRD Jatim dengan didampingi kedua orangtuanya. Siswa yang tercatat sebagai murid SD Multiligual Anak Soleh, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur ini dikabarkan mendatangi kantor DPRD Jatim bertujuan untuk menyampaikan permasalahannya terkait pelarangan dirinya untuk mengikuti Ujian Nasional (UN) oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.

Kedua orang tua Patto, Joko Trianto dan Wahyu Nurandari mengatakan, anaknya dilarang mengikuti UN karena usianya yang masih terlalu muda, yakni 8 tahun, sementara menurut Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo usia minimal untuk mengikuti UN adalah 12 tahun. Keputusan ini tentunya sangat mengecewakan kedua orangtua Patto, pasalnya selama ini Patto tergolong anak yang cerdas dan sangat jenius.




“Anak saya masuk kelas I SD pada usia 4 tahun, kelas II dan III juga ditempuhnya hanya dalam kurun waktu satu tahun. Begitu juga di kelas IV dan V, ia hanya mengikuti kelas akselerasi. Saat ini Patto duduk di kelas VI, semua ditempuh sesuai prosedur. Tak hanya itu, ia juga selalu rankking 1 dari kelas 1 sampai kelas VI dengan nilai yang memuaskan. Hasil test IQ nya juga 136,” terang Joko didepan anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.