Universitas Trilogi Bangkitkan Semangat Demokrasi Pancasila

Jakarta, Jelasberita.com | Masalah kebangsaan semakin kesini menunjukkan peta yang begitu rumit. Kerumitan ini selanjutnya membuahkan berbagai macam persoalan. Sehingga bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar semakin tidak diakui oleh anak bangsanya sendiri. Apakah bentuk pengakuan itu diucapkan secara langsung ataupun melalui sikap yang menunjukkan identitasnya yang tidak ke-Indonesia-an. Padahal pendiri bangsa ini sudah memberikan sebuah pedoman yang sejatinya merupakan petunjuk sekaligus pegangan agar kedaulatan bangsa tetap terjaga oleh warga negaranya.

 

Salah satu contohnya adalah gelombang demokrasi bangsa yang hari ini semakin diaplikasikan secara liberal. Akibatnya kekuasaan dan kebijakan negara lebih dipengaruhi oleh tarik-ulur kepentingan politik semata. Kata mufakat sudah menjadi kata asing bagi kehidupan masyarakat Indonesia.




 

“Padahal sejak dulu Bung Hatta dalam bukunya Kearah Indonesia Merdeka yang diterbitkan tahun 1932 telah menyatakan bahwa cara mengatur pemerintahan negeri, cara menyusun perekonomian rakyat, semuanya harus diputuskan oleh rakyat dengan mufakat,” tutur Dr. (HC). Subiakto Tjakrawerdaja, Mantan Menteri Koperasi yang aliran pemikirannya dikenal  sebagai rekonstruksi-konstitusional ini.

 

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.