Mengenal Kontrak Berjangka Indeks Efek

Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana untuk melakukan reaktivasi perdagangan produk derivatif di kuartal I 2016. Adapun produk yang akan diaktifkan kembali adalah Kontrak Berjangka berbasis Indeks Efek (KBIE) yaitu Kontrak Berjangka Indeks Efek LQ-45 (LQ-45 Futures).

Produk LQ-45 Futures sendiri telah ada dan diperdangkan sejak tahun 2001, akan tetapi seiring dengan perkembangan pasar dirasa perlu untuk dilakukan penyesuaian atas produk berjangka terutama pada sisi spesifikasi produk sehingga Produk Kontrak berjangka Indeks Efek yang telah ada dapat memenuhi perkembangan kebutuhan pasar modal saat ini. Reaktivasi produk LQ-45 Futures didukung oleh adanya kebutuhan produk lindung nilai yang semakin dirasakan di Pasar Modal Indonesia.

Mungkin belum banyak investor yang mengetahui bahwa selain saham, BEI juga menyediakan beberapa pilihan investasi efek derivatif atau efek turunan dari efek utama baik yang bersifat penyertaan maupun utang. Dengan demikian, nilai atau peluang keuntungan produk efek derivatif sangat ditentukan oleh kinerja aset lain yang biasa disebut sebagai underlying assets.




Kontrak Berjangka merupakan kontrak finansial antara dua atau lebih pihak-pihak guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual aset yang dijadikan sebagai obyek dagang (underlying asset) pada waktu dan harga yang disepakati bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli pada saat jatuh tempo.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.