Asal Usul Gafatar, ternyata tidak jauh berbeda dengan NII

logo Gafatar (viva.co.id)

Surabaya, Jelasberita.com| Pemberitaan mengenai organisasi Gafatar mulai ramai menjadi perbincangan masyarakat di Indonesia lantaran organisasi ini dihubung-hubungkan dengan menghilangnya seorang dokter bernama Rica Tri Handayani di Yogyakarta sejak 30 Desember 2015 yang lalu.

 




Menurut Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) crisis center, Ken Setiawan mengungkapkan bahwa organisasi bernama Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar ini merupakan suatu bentuk ‘duplikat’ dari Negara Islam Indonesia (NII). Lebih lanjut Ken mengatakan bahwa program yang diusung Gafatar, seperti masyarakat Indonesia Membangun, disinyalir mirip dengan program dari NII. Seperti diberitakan Tempo pada Selasa (12/1).

 

Ken mengatakan bahwa selepas dibubarkannya NII, dibentuklah suatu organisias bernama Al-Qiyadah al-Islamiyah dibawah pimpinan Ahmad Musadeq. Beberapa waktu kemudian, Ahmad Musadeq ditahan oleh pihak kepolisian dengan tuduhan telah menistakan agama selama 2,5 tahun. setelah bebasnya Musadeq dari penjara kemudian dirinya kembali mendirikan sebuah komunitas bernama Milah Abraham.

 

Komunitas yang didirkan Ahmad Musadeq selepas terbebas dari penjara tersebut ternyata juga dilarang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) lantaran dianggap sesat dan keluar dari jalur syariah Islam. Tak henti sampai disitu, Musadeq akhirnya membentuk lagi sebuah organisasi bernama Gafatar pada tahun 2011. Kali ini Gafatar banyak diterima oleh masyarakat lantaran beberapa kegiatan yang dilakukan organisasi tersebut dinilai positif.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.