Gafatar Klaim Bukan Aliran Sesat

Gafatar saat pelantikan (republika.co.id)

Yogyakarta, Jelasberita.com| Sejak kasus menghilangnya Dr. Rica dan beberapa orang lainnya, nama Gafatar menjadi sorotan publik. Organisasi ini ditenggarai penyebab hilangnya orang-orang tersebut.

Aliran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) tengah menjadi sorotan publik belakangan ini. Setelah kasus perginya warga Namburan Lor yang disebut-sebut pergi ke Kalimantan untuk bergabung dengan Gafatar, kini warga Sinduadi, Mlati, Sleman, yang bernama Ahmad Kevin (16) yang disebut-sebut bergabung dengan organisasi tersebut.




Menurut Sekretaris MUI DIY, Ahmad Muhsin, seperti yang dilansir di Tribunnews, organisasi Gafatar adalah jelmaan aliran sesat yang patut dihindari.

“Gafatar kan jelmaan Al-Qiyadah al-Islamiyah. Saya kira kita sudah tahu, jadi al-Qiyadah al-Islamiyah yang dipimpin oleh Ahmad Musadeq itu (sudah ) dibubarkan oleh MUI Pusat,” terangnya, Senin (11/1/2016) .

Dengan banyaknya warga yang bergabung dengan Gafatar, MUI DIY mengimbau kepada warga Yogya untuk tidak bergabung ke organisasi tersebut.

Gafatar sendiri adalah organisasi yang disebut dideklarasikan di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada tahun 2012 lalu. Menurut mereka, Indonesia masih dijajah neokolonialis. Di sisi lain, para pejabat serakah dan kerap bertindak amoral.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.