Regulator dan Pemerintah Dorong Pelaku Pasar Catatkan DIRE Berbentuk KIK

Jakarta, Jelasberita.com | Kebutuhan kepemilikan aset properti yang semakin meningkat membuat pertimbangan investor untuk berinvestasi pada Dana Investasi Real Estate berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DIRE berbentuk KIK) atau yang lebih dikenal dengan Real Estate Investment Trust (REIT) kembali tumbuh. Bagi perusahaan properti dan real estat, DIRE berbentuk KIK merupakan alternatif untuk mendapatkan pendanaan dari pasar modal dengan menjual aset yang dimiliki melalui skema DIRE berbentuk KIK yang dananya dapat digunakan untuk mendanai proyek perusahaan lainnya.

 

DIRE berbentuk KIK REIT merupakan wadah yang dibentuk untuk memiliki aset real estat yang akan memberikan keuntungan kepada investor dari pendapatan yang berasal dari aset real estat tersebut, yang selebihnya bisa digunakan untuk membeli saham. Salah satu karakteristik aset yang dapat dijadikan sebagai underlying asset DIRE berbentuk KIK adalah aset yang memiliki pendapatan berkesinambungan (recurring income), misalnya beberapa properti yang menghasilkan pendapatan sewa seperti gedung perkantoran, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan.




 

Sejak 18 Desember 2007 telah ada 4 (empat) peraturan terkait dengan DIRE berbentuk KIK, antara lain Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.M.1 tentang Pedoman bagi Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang Melakukan Pengelolaan Dana Investasi Real Estat Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dan pada tanggal 28 Desember 2012, Bursa Efek Indonesia menerbitkan Peraturan Nomor I-O tentang Pencatatan Unit Penyertaan Dana Investasi Real Estat Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif di Bursa.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.