Umat Islam di Brunei Dilarang Ikut Rayakan Natal Oleh Kesultanan

Kesultanan Brunei larang umat Islam rayakan Natal

Kesultanan Brunei Darussalam mengumumkan akan beri ancaman pidana berat bagi umat muslim yang ikut serta merayakan hari raya Natal. Hukuman ini tidak main – main, karena bagi pemeluk agama Islam, hukumannya adalah penjara maksimalnya lima tahun. Pengertian ‘ikut merayakan’ hari raya umat Kristiani itu misalnya turut menyalakan lilin, memasang dekorasi khas natal, hingga mengenakan kostum Sinterklas.

Dilansir melalui the Daily Mail, Selasa (22/12), peraturan dari kerajaan yang menerapkan Syariah Islam di negaranya ini juga mengikat bagi warga Kristen. Umat Nasrani diizinkan untuk merayakan Natal hanya di gereja atau komunitasnya saja. Namun bila ketahuan mengajak warga Islam untuk ikut berpesta atau merayakannya maka mereka juga akan dikenakan sanksi penjara dalam hitungan tahun.




Pesta perayaan untuk Natal juga tidak boleh diumumkan pada publik. Pernak – pernik bernuansa natal tak boleh dijual secara sembarangan, seperti pohon cemara atau kartu ucapan hari Natal.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.