Kandungan Yang Tak Diinginkan Berujung Kehancuran

foto : www.kesehatankehamilan.com

Rasa penyesalan terpancar jelas di wajah perempuan berusia 30 tahun itu. Air matanya mengucur deras, buru-buru telapak tangannya menyeka tetasan air mata di pipinya. Seperti nasi sudah menjadi bubur, penyesalan memang datangnya belakangan. Darah dagingnya dari hubungan tanpa ikatan telah ia gugurkan di salah satu klinik daerah Cikini, Jakarta Pusat.

“Saya sudah tiga tahun pacaran. Kita sering dulu berhubungan badan,” ujar Wati mengawali perbincangan dengan merdeka.com, Minggu malam pekan kemarin. Dia pun dengan mata berlinang mengisahkan bagaimana saat – saat proses aborsi yang ia lakukan pada anaknya yang ia kandung. Tangannya tak henti menyeka kelopak mata yang penuh air mata.




Sembilan tahun yang lalu semua kisah itu bermula. Wati, saat itu masih duduk di bangku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Perkenalan dengan seorang lelaki menjadi awal ia terjebak manisnya cinta palsu. Dia terlena rayuan lelaki yang menjadi pujaan hatinya. Kehormatannya direnggut. Bukan jadi jera, bahkan hampir setiap waktu, ia dan lelaki itu berhubungan intim.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3 4







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.