Permainan Pecah Piring. Backpacker Medan VS Apheresis & TripleP Medan

Permainan pecah piring yang ‘dihidupkan’ kembali oleh komunitas anak muda di Medan.

Pernah dengar permainan pecah piring? Permainan tradisional ini pada tahun 90an sering sekali dijadikan permainan anak-anak saat jam istirahat sekolah atau di lingkungan rumahnya.

 




Terdiri dari batu sedikit pipih disusun menyerupai menara yang nantinya akan disebut sebagai ‘piring’. Jumlah batu tidak dipatokkan berapa banyak, yang penting berdiri tinggi menjulang. Dengan berbekal bola kasti, kalau anak Medan menyebutkannya, sebagai alat untuk menembak musuh dan ‘piring’.

 

Banyaknya anak yang ikut tidak dibatasi namun tidak boleh berjumlah ganjil karena akan dibagi dalam dua grup dengan jumlah yang sama. Satu grup sebagai penyerang satunya lagi sebagai grup penyusun batu. Permainan tradisional ini sungguh olah raga secara tak langsung karena kita diharuskan berlari sekencang mungkin demi menghindari lemparan bola oleh grup penyerang.

 

Namun sayang permainan yang sangat menguras tenaga, tawa dan sebagai sarana bersosialiasi ini sudah mulai dilupakan oleh anak-anak jaman sekarang. Sudah banyak anak di tahun 2000an tidak mengetahui abhwa ada permainan yang ebgitu menyenangkan. Mereka lebih memilih bermain dengan gadget mereka dan menghindari berkomunikasi dengan teman-temannya secara langsung.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.