Boat Terbalik di Sungai Kampar

Oleh Dedy Hutajulu

“Semua ke kanan,” teriak Asri (32), pemandu kami. Teman-teman sigap menghambur ke tepi kanan. Asri berdiri sembari mengaitkan pangkal kayuhnya ke simpul tali, sejurus kemudian, menariknya kuat-kuat.




Tarikan sang pemandu ditambah berat badan kami semua yang tercurah di sisi kanan, membuat posisi berat sebelah, dan boat pun terbalik. Tak pelak, kami semua cebur ke air. Inilah pengalaman perdana rafting di Sungai Kampar, Negeri Perak, Malaysia, bulan lalu.

Sebelum boat terbalik, satu dua teman sempat melompat. Namun, saya dan seorang lainnya harus berjibaku di bawah air ditangkup boat, lantaran kaki masih terkait pada tali pijakan.

Dari balik air, terdengar serak suara teriak gembira kawan-kawan diselingi deru sungai yang menderas. Begitu kaki bisa lepas dari kaitan, arus telah membawaku beberapa meter ke tepian, namun paha kanan sempat membentur batu besar. Ark, rasa sakit itu begitu kentara namun raib, begitu raga mencapai permukaan.

Teriakan kawan-kawan menyambut adegan ‘back size’ menambah semangat kami. Pengalaman terbalik itu, amat berarti bagi kami yang ternyata hampir semuanya (di dalam grup kami itu) baru pertama kali mencoba olahraga rafting.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3 4 5







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.