Lebih Bangga Memegang Mata Uang Asing?

Oleh Dedy Hutajulu

“Ada kepuasan dan kebanggaan tatkala orang lain membuka dompetku. Ada mata uang (negara) lain di situ,” kata Yulitha, Selasa (27/10) malam. Kalimat ini terlontar sehari sebelum peringatan 87 tahun Sumpah Pemuda.

Yulitha adalah seorang mahasiswa Unimed. Ia gemar memotret dan menyukai buku-buku beraliran kiri. Dalam sebuah obrolan, ia menuturkan ingin isi dompetnya tidak hanya rupiah. Pasalnya, ada kebanggaan tersendiri memiliki mata uang asing.




Kebiasaan mengoleksi serta mengisi dompet dengan mata uang asing telah dilakoni gadis bermuka bulat dan beramput gonjes ini selama dua tahun. Mata uang asing itu sebagian didapat dari tantenya, sisanya hasil ‘mengemis’ pada teman-temannya yang pernah bertualang ke luar negeri. Ia bertekad akan terus mengoleksi hingga semua jenis mata uang dari semua negara berhasil dikumpulkannya.

“Sampai semua mata uang asing kupunya. Entar dibingkai, trus dipajang di rumah,” ucapnya bangga sembari membayangkan impiannya itu terwujud. Koleksinya berupa Ringgit, Baht, beberala jenis Dollar serta rupiah (uang lama).

Halaman Selanjutnya




Halaman: 1 2 3 4 5







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.