Transportasi Diperkirakan Jadi Pemicu Utama Inflasi

Medan, Jelasberita.com | Sektor transportasi diperkirakan akan menjadi pemicu utama inflasi, sama seperti pada Juli, ungkap Tim Riset Panin Sekuritas, Jumat (7/8). Prediksi ini didasarkan pada kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak yang akan ditinjau kembali dan kemungkinan besar dinaikkan per 1 September 2015.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan Pertamina menderita kerugian Rp12 triliun (USD892 juta) dari subsidi RON88. Pihaknya pun menyatakan dengan harga minyak dunia saat ini, RON 88 akan dikenakan harga Rp7400 per liter.

Pemerintah mengenakan impor tarif pada 23 Juli untuk 60 kategori barang dengan kenaikan berkisar 10-25 persen. Dampak dari kebijakan ini diestimasikan mendorong tingkat inflasi 0,8-1,2 persen. Meskipun demikian, Tim tersebut masih mempertahankan perkiraan target inflasi 2015 pada 5,2 persen secara tahunan (yoy).




Inflasi inti masih berada pada level terkendali menurun ke level 4,8 persen yoy dari 5,0 persen yoy pada Juni. Dengan terkendalinya inflasi, BI rate diekspektasikan akan bertahan pada level 7,5% yoy dengan tingkat tabungan 5,5 persen dan pinjaman 8,0 persen.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.