Inflasi Medan Tertinggi Ketiga di Sumut

Medan, Jelasberita.com | Inflasi di Kota Medan mencapai 0,77 persen. Angka inflasi tersebut merupakan yang tertinggi ketiga di Sumatera Utara. Penyebab utama inflasi antara lain kenaikan harga cabai merah, pasta gigi, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, beras dan gula pasir, ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Wien Kusdiatmono, dalam pemaparan rilis BPS di Aula BPS Sumut, Rabu (1/7).

Ia menguraikan, peningkatan inflasi disebabkan kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 2,28 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,33 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,44 persen, sandang 0,78 persen, kesehatan 2,04 persen, pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,00 persen, sedangkan penurunan indeks terjadi pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,20 persen.

Faktor penggerak inflasi di Kota Medan hampir serupa dengan perkiraan Bank Indonesia (BI) dan Tim Riset Panin Sekuritas. BI memprediksi inflasi dipicu tekanan pada bahan makanan atau volatile food seperti daging ayam, telur ayam ras, bawang merah, cabai merah, dan beras. Pihaknya memperkirakan inflasi nasional Juni 2015 naik 0,70 persen untuk tingkat bulanan (month on month/mom) atau 7,44 persen year on year (yoy) atau 1,13 persen year-to-date (ytd).




Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.