Reksa Dana dan Unit Link

Berbicara mengenai produk investasi, terkadang masyarakat kadang dibuat bingung. Ketika ditawarkan produk investasi pasar modal, ada yang menjawab sudah berinvestasi lewat perusahaan asuransi. Ditambah lagi para agen asuransi kerap menginformasikan mengenai keuntungan berasuransi sekaligus berinvestasi. Pertanyaannya, benarkah membeli asuransi juga berinvestasi?

Produk asuransi memang ada yang dipaketkan dengan instrumen investasi. Produk ini berbeda dengan asuransi tradisional yang hanya menjual polis proteksi. Asuransi modern mengembangkan produk bernama unit link. Cara kerjanya, secara sederhana, dari nilai premi yang dibayarkan nasabah atau pemegang polis, ada persentase tertentu yang dialokasikan untuk membeli produk investasi dan sebagian lagi dialokasikan untuk premi proteksi.

Dengan membeli unit link, jika nasabah tidak mengalami kematian misalnya, ia tetap akan memperoleh hasil dari premi yang disetorkan berupa hasil investasi unit link yang bisa diambil sewaktu-waktu. Berbeda dengan asuransi tradisional yang hanya bisa diambil uang pertanggungannya oleh ahli waris, ketika pemegang polis atau tertanggung meninggal dunia atau cacat.




Unit link mirip dengan reksa dana di pasar modal. Keduanya sama-sama diperjualbelikan dalam bentuk unit penyertaan. Perbedaannya, ketika investor membeli reksa dana maka semua uang yang dibelikan unit reksa dana akan dialokasikan untuk investasi. Contoh: Membeli Rp500.000 unit reksa dana akan mendapatkan unit reksa dana senilai Rp500.000. Tetapi bila membeli unit link senilai Rp500.000, di tahun pertama yang dialokasikan untuk investasi mungkin hanya sebesar 30%, atau Rp150.000. Selebihnya dialokasikan untuk premi proteksi. Semakin panjang jangka waktu investasi yang dipilih biasanya bobot investasinya akan semakin besar.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3







 




Leave a Reply

Your email address will not be published.