Emas Masuki Tren Penguatan

Emas Masuki Tren Penguatan

harga emas
Medan, Jelasberita.com | Emas kembali memasuki tren penaikan dipicu pengaruh penundaan penaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS (Fed). Di pasar spot berjangka, harga emas melonjak untuk sesi kelima berturut-turut, menguat ke level tertinggi tiga bulan karena data ekonomi Amerika Serikat yang mengecewakan menimbulkan dugaan Fed tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Spekulasi itu pula yang menyebabkan dolar AS mendekam ke tingkat terendah tiga bulan terhadap euro di perdagangan Asia pada Senin pagi, yang juga mendukung meningkatkan daya tarik emas  sebagai safe haven. Kenaikan harga emas di pasar internasional turut berimbas terhadap kenaikan harga emas di pasar fisik seperti di Butik Antam, Pegadaian, dan di pasar-pasar internasional.

Harga emas berjangka pada April berkisar di $1.205-$1.210 per ounce, Senin (18/5), meningkat menjadi $1.232,20 per ounce. Begitupun harga emas Antam pada April Rp. 550 ribu per gram menjadi Rp.562 ribu. Harga emas murni (LM) 99,99% di Pasar Sentral Kota Medan, April Rp. Rp.507 ribu, pada Mei naik berkisar di Rp.512 ribu. Harga emas lokal 97,00% per gram pada Mei berkisar Rp.486 ribu naik menjadi Rp.494 ribu pada Mei.

Darmin, Pengamat Ekonomi dari Panin Sekuritas mengemukakan, harga emas masih mungkin melemah mengingat ketidakpastian penaikan rate oleh Fed. Disebutkan, emas berada di bawah tekanan pada semester pertama 2015 sebagaimana para pelaku pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga Fed. Saat Fed mulai menaikkan suku bunga, pasar akan fokus sehubungan bagaimana kenaikan suku bunga itu.

Ia menjelaskan, suku bunga yang tinggi akan merusak daya tarik emas karena para investor akan lebih memilih untuk mengalihkan dana mereka ke dalam investasi yang dapat memberikan imbal hasil yang tinggi seperti saham, sedangkan investasi  emas tidak memberikan keuntungan bunga maupun dividen dan hanya mengharapkan kenaikan harga saja sebagi keuntungan, kelemahan lain kalau kenaikan harga emas lebih rendah dari selisih harga jual beli dari toko emas maupun Antam, maka investor emas masih belum menikmati keuntungan sebab kenaikan harga tersebut tergerus oleh selisih harga jual beli yang lebih besar dari pada kenaikan harga. (ti)




Leave a Reply

Your email address will not be published.