Inflasi Sumut 0,89% April, Tertinggi di Medan

inflasiMedan, Jelasberita.com | Bawang merah, bensin, dan bahan bakar rumah tangga menjadi tiga komoditas kontributor utama terhadap inflasi di empat Kota di Sumatera Utara yaitu di Kota Medan, Pematang Siantar, Sibolga dan Padangsidimpuan. Tiga item tersebut juga memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi di masing-masing kota. Inflasi Sibolga 0,58 persen, Pematangsiantar 0,56 persen, Medan 0,96 persen, dan Padangsidimpuan 0,50 persen. Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut, Bismark S Pardamean pada saat pemaparan rilis data bulan di Aula BPS, Senin (4/5).




Pada April 2015, inflasi 0,96 persen di Medan dipicu peningkatan indeks dari 118,63 pada Maret 2015 menjadi 119,77 pada bulan April 2015. Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan  1,24 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,41 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar  0,83 persen, kelompok sandang  0,39 persen kelompok kesehatan  0,11 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga  0,03, serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan  1,82 persen.

Komoditas utama penyumbang inflasi selama bulan April 2015 di Medan antara lain: bensin, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, kontrak rumah, angkutan udara, dencis dan sewa rumah.  Dari 23 kota IHK di Pulau Sumatera, seluruh kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Lubuklinggau  0,99 persen dengan IHK 115,04 dan inflasi terendah terjadi di Meulaboh  0,08 persen dengan IHK 118,58 dan Banda Aceh  0,08 persen dengan IHK 113,31. Di Indonesia, pada bulan April 2015 dari 82 kota yang diamati. (ti)




 




Leave a Reply

Your email address will not be published.