Pasokan Membludak, Pasaran Kopi, Kakao dan Gula Melemah

Gambar Kopi
Gambar Kopi

K O PI

Pasaran: Tergerus. Harga kopi Arabika melemah akibat suplai melebihi permintaan. Para dealer mengatakan pasaran melemah juga dipengaruhi kurs mata uang Brazil.

“Depresiasi real menempatkan tekanan kepada pasar kopi dan gula,” ungkap Diapason Analis Commodities Management SA di Lausanne, Swiss.

Di London, kontrak Robusta Juli 2015 ditutup $1.820,00 per ton Jumat, melemah dari $1.832,00 sepekan lalu.

Di New York, kontrak Arabika Juli 2015 ditutup 141,85 per pon Jumat, turun dari 142,55 sepekan lalu.

K A K A O

Pasaran: Turun. Harga kakao menyusut akibat permintaan lesu dan usai pasar mengalami kenaikan tajam pada pekan sebelumnya.

“Kami menduga penurunan baru-baru di negara berkembang membatasi pertumbuhan permintaan untuk barang-barang mewah seperti cokelat. Sebab para konsumen mengatasipasi pengeluaran mereka,” kata Analis Capital Economics.

Meski demikian, ungkapnya, peningkatan pendapatan di negara-negara maju seharusnya tetap menjadi pemicu utama permintaan selama tahun-tahun mendatang mengingat bertambahnya populasi kelas menengah.

Di London, kontrak Juli 2015 ditutup £1.961,00 per ton, melungsur dari £1.979,00 sepekan lalu.

Di New York, kontrak Juli 2015 ditutup $2.846 per ton, tergerus dari $2.875 sepekan lalu.

G U L A

Pasaran: Melemah. Harga gula melemah di tengah kekhawatiran akan lonjakan pasokan dan pelemahan mata uang Brazil. Kendati demikian, proyeksi menunjukkan harga bahan pemanis tersebut akan menguat.

Produsen gula, Wilmar International Ltd, memperkirakan ouput gula Tiongkok pada 2015/16 diperkirakan akan turun di bawah 10,5 juta top untuk musim saat ini.

Hal itu bisa memicu para pembeli untuk meningkatkan impor bahan pemanis tersebut untuk memenuhi permintaan dalam negeri. Tanaman gula negara tersebut kemungkinan tahun depan sedikit lebih rendah dibandingkan peningkatan tahunan yang seharusnya, kata Jean -Luc Bohbot, Kepala Grup Gula di Wilmar.

Di London, kontrak gula putih untuk Agustus 2015 ditutup $370,80 per ton Jumat, tergelincir dari $375,10 sepekan lalu.

Di New York, kontrak gula mentah Juli 2015 ditutup 13,22 US sen/lb, melorot dari 13,06 sen sepekan lalu.  (Reuters/Afp/ti)




Leave a Reply

Your email address will not be published.