Gapkindo Sumut Minta Pemerintah Bentuk Lembaga Karet Internasional Topang Harga Karet

karet
karetMedan, Jelasberita.com | Menyikapi harga karet yang bertahan rendah lebih dari 1 tahun, Anggota Gapkindo Sumatera Utara mengadakan Rapat Anggota, Kamis (9/4). Rapat tersebut diselenggarakan guna membahas upaya untuk mengatur harga dasar karet alam agar rakyat dan perusahaan perkebunan tidak merugi. Rapat Anggota dipimpin oleh Rusdi selaku Wakil Ketua Bidang Pemasaran dan Hubungan Internasional dan didampingi oleh Surya Mertjoe selaku Penasehat di Gapkindo Sumatera Utara, ungkap Edy Irwansyah Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut melalui siaran persnya.




Dijelaskan, keberhasilan INRO (International Natural Rubber Organization) sejak 1980-1995 dalam mengendalikan harga karet melalui operasi “Buffer Stock” perlu dicontoh. INRO dibentuk untuk kepentingan negara produsen dan negara konsumen, yaitu mencapai suatu harga karet alam yang stabil di pasaran internasional, dengan tidak meninggalkan prinsip mekanisme pasar.

INRO dibentuk untuk kepentingan negara produsen dan negara konsumen, yaitu mencapai suatu harga karet alam yang stabil di pasaran internasional, dengan tidak meninggalkan prinsip mekanisme pasar. Tapi sayang, karena alasan “teknis dan operasional” dari beberapa anggotanya, INRO pada sidang ke-41 pada tanggal 13 Oktober 1999 dinyatakan bubar.

Sejak saat itu hingga 2001 tidak ada organisasi yang berperan sebagai stabilisator harga karet dunia. Setelah itu, sebagai gantinya tiga produsen utama karet alam-Thailand, Indonesia, dan Malaysia mengadakan kerjasama tripartite yang disebut dengan International Tripartite Rubber Council melalui Deklarasi Bali pada tahun 2001. Stabilisasi yang dilakukan oleh ITRC adalah pengurangan (pengaturan) ekspor dan mengendalikan produksi. Beberapa kali operasi pengendalian harga karet melalui pengurangan ekspor dilakukan dengan sukses. Namun, dengan melihat situasi pasar global saat ini, pengurangan ekspor kurang tepat diterapkan untuk kondisi saat ini.

Anggota Gapkindo Sumut bersama Gapkindo pusat meminta agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah untuk membentuk kerja sama internasional untuk membentuk lembaga internasional seperti INRO dan juga mempercepat pembentukan Dewan Karet ASEAN. Hal ini penting segera dilakukan agar 85 persen karet rakyat dan 15 persen perusahaan perkebunan nasional mendapatkan harga yang pantas. Pihaknya menjelaskan, harga karet saat ini layaknya berkisar 2-2,5 dolar Amerika per kg, tergantung nilai kurs.




Harga karet terus berada di kisaran pasaran paling rendah akibat membludaknya stok karet alam dari berbagai negara produsen,  penurunan harga minyak mentah serta menyusutnya permintaan dari Tiongkok-konsumen utama bahan pembuat ban tersebut. Penurunan harga karet telah mengakibatkan dampak buruk di negara penghasil karet, terutama di Indonesia, Thailand, dan India.

Akibat harga lateks terus menurun, India kini telah melarang impor karet alam. Sebelumnya, Negeri Bollywood itu merencanakan untuk menaikkan bea impor karet. Larangan impor muncul dari politisi India Jose K Mani yang menyerukan Pemerintah India untuk memulai langkah-langkah pelarangan impor karet sebab harga karet dalam negeri semakin kritis dan demi melindungi para petani karet dalam negeri.




Upaya serupa juga turut dilancarkan oleh beberapa negara seperti Vietnam dan Thailand yang menuntut pemerintah mereka untuk memberikan bantuan bagi para petani dan menopang pasaran karet. Namun, pemerintah Indonesia hingga kini belum mengikuti langkah serupa untuk menolong para petani karet. (ti)

 




Leave a Reply

Your email address will not be published.