Permintaan Lesu dan Penurunan Minyak Terus Gerus Karet

karet
karet
Medan, Jelasberita.com | Harga karet tetap berada di kisaran pasaran paling rendah akibat lonjakan stok karet dari berbagai negara produsen,  penurunan harga minyak mentah serta menyusutnya permintaan dari Tiongkok-konsumen utama bahan utama pembuat ban tersebut. Penurunan harga karet telah mengakibatkan dampak buruk di negara penghasil karet, terutama di Indonesia, Thailand, dan India.




Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah, Selasa (24/3), mengatakann, pengaruh jatuhnya pasaran karet telah menyebabkan para petani di Sumatera Utara beralih profesi. Nasib serupa menurutnya juga dialami oleh para petani karet di berbagai daerah di Tanah Air.

“Untuk mendapatkan penghasilan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, para petani karet di Sumut menjual kebunnya. Ada yang menebang pohon karet untuk digantikan dengan tanaman lain. Situasi ini juga terjadi di Thailand. Untuk mendapatkan uang tunai dengan cepat, para petani di sana menjual lahan mereka,” ungkapnya, mengutip berbagai perkembangan informasi terkini yang ia dapatkan.

Karena pasaran lateks terus menurun, India, pun kini telah melarang impor karet alam. Sebelumnya, Negeri Bollywood itu merencanakan untuk menaikkan bea impor karet. Larangan impor muncul dari politisi India Jose K Mani yang menyerukan Pemerintah India untuk memulai langkah-langkah pelarangan impor karet sebab harga karet dalam negeri semakin kritis dan demi melindungi para petani karet dalam negeri.

Upaya serupa juga turut dilancarkan oleh beberapa negara seperti Vietnam dan Thailand yang menuntut pemerintah mereka untuk memberikan bantuan bagi para petani dan menopang pasaran karet. Namun, menurut Edy, pemerintah Indonesia hingga kini belum mengikuti langkah serupa demi menolong para petani karet. (ti)




 




Leave a Reply

Your email address will not be published.