Lonjakan Output dan Penurunan Target Pertumbuhan Tiongkok Gerus Harga Karet

karet
Singapura, India, Jelasberita.com




karet        Harga karet melemah akibat perkiraan meningkatnya ouput karet dunia. Asosiasi Negara Produsen Karet Alam Dunia (ANPRC), menyampaikan ouput karet alam global tahun ini cenderung meningkat. Peningkatan output terjadi kaerna aktivitas pertanian meningkat didorong penguatan harga di Thailand, Vietnam, dan India.

ANPRC mengantisipasi ouput global mencapai 11.180.000 ton pada 2015. Pemulihan marjinal harga karet dapat memicu peningkatan kegiatan penyadapan karet, khususnya di Thailand, ungkap Sheela Thomas, Sekretaris Jenderal ANRPC.

Thailand, produsen karet alam terbesar di dunia, mungkin akan menyaksikan lonjakan panen 7,4 persen menjadi 4,3 juta ton, sementara output kemungkinan akan tetap stabil sekitar 3,1 juta ton di Indonesia-produsen terbesar kedua di dunia. Output di Vietnam, produsen terbesar ketiga, kemungkinan akan meningkat 4,9 persen ke rekor 1 juta ton.

Sementara itu, perlambatan ekonomi China berpotensi menguras permintaan akan bahan utama pembuat ban tersebut, kata Thomas. Pekan lalu, Pemimpin Negeri Tirai Bambu pekan lalu menurunkan target pertumbuhan ekonomi menjadi 7 persen. BankSentral Tiongkok (PBoC) juga menurunkan suku bunga, pelonggaran besar ketiga sejak akhir November. Hal ini dilakukan karena regulator khawatir akan ancaman deflasi dan berharap pertumbuhan ekonomi dapat lebih seimbang.




Di Tokio, kontrak benchmark April 2015 ditutup 214,40 yen/kg pada Jumat, tergelincir dari 222,50 yen/kg.

Di Singapura, TSR-20 April 2015 ditutup 141,00 US sen/kg, melemah dari 144,00 sepekan lalu.




Di Thailand, STR-20 April 2015 ditutup $1,48/kg, turun dari $1,51 sepekan lalu.

Di Malaysia, SMR-20 untuk April 2015 ditutup 142,00 US sen/kg, melemah 143,00 dari sepekan lalu.

Di Indonesia, SIR-20 April 2015 ditutup 76 US sen/lb, bertahan dari  sepekan lalu.(Reuters/ti)

 




Leave a Reply

Your email address will not be published.