OJK Berharap Mampu Segera Revitalisasi Industri Asuransi dan Dana Pensiun

OJK Berharap Mampu Segera Revitalisasi Industri Asuransi dan Dana Pensiun

ojk

Jakarta, Jelasberita.com | Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad berharap dapat segera merevitalisasi industri asuransi dan dana pensiun. Demikian disampaikannya saat menghadiri launching kegiatan Call for Papers atau Sayembara Penulisan Ilmiah, dengan tema Meningkatkan Peran Statistik dan Aktuaria untuk Merevitalisasi Industri Asuransi dan




Dana Pensiun, Jakarta, Jumat, sebagaimana yang dikutip Jelasberita.com, Minggu (22/2).
Upaya perbaikan kualitas dan peningkatan daya saing melatarbelakangi OJK untuk menyelenggarakan kegiatan Call for Papers IKNB dan mengangkat tema Meningkatkan Peran Statistik dan Aktuaria untuk Merevitalisasi Industri Asuransi dan Dana Pensiun. Melalui acara ini, OJK ingin mencari ide-ide, metode-metode, serta konsep-konsep yang baru untuk merevitalisasi industri asuransi dan dana pensiun.

Dalam sambutannnya tersebut, Ketua DK OJK menjabarkan, berdasarkan data statistik OJK hingga Desember 2014, total aset yang dimiliki oleh IKNB mencapai Rp 1.530 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 14,6% dari 2013. Namun demikian, total aset IKNB dimaksud masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan total aset industri Perbankan yang mencapai Rp 5.615 triliun per Desember 2014 dan kapitalisasi serta dana kelolaan industri Pasar Modal yang mencapai Rp 6.609 triliun per Desember 2014.




“Apabila kita mengamati tema yang diangkat oleh panitia, dapat kami sampaikan bahwa asuransi dan dana pensiun merupakan usaha yang menjanjikan perlindungan dan manfaat di masa depan, kepada pemegang polis dan peserta, sekaligus menghimpun dana masyarakat. Dengan peran tersebut, makin terasa kebutuhan akan hadirnya industri asuransi dan dana pensiun yang sehat, dapat diandalkan, amanah, dan kompetitif,” ujarnya.

Pertumbuhan premi per tahun merupakan salah satu indikasi meningkatnya penggunaan asuransi oleh masyarakat dalam pengelolaan risiko. Data statistik menunjukkan bahwa jumlah premi asuransi pada Desember 2014 mencapai Rp 271 triliun. Premi industri asuransi sepanjang lima tahun terakhir, rata-rata mengalami peningkatan sebesar 20,4% per tahun. Dalam rentang waktu yang sama, aset yang dikelola industri asuransi juga meningkat rata-rata sebesar 18,8% per tahun, dan pada Desember 2014, total aset perusahaan asuransi mencapai Rp 755 triliun.

Industri Asuransi dan Dana Pensiun juga memiliki tantangan. “Tantangan pertama yang harus kita sikapi bersama adalah masih rendahnya tingkat penetrasi asuransi dan dana pensiun Indonesia,, walaupun dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Tingkat penetrasi asuransi Indonesia 2014 adalah sebesar 2,14%. Tingkat penetrasi ini masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, atau bahkan di level Asean seperti Malaysia atau Thailand yang masing-masing tercatat sebesar 4,9% dan 4,7%,” tambahnya.

Kedua, terkait dengan Kapasitas Sumber Daya Manusia di bidang Asuransi dan Dana Pensiun. Para pelaku industri asuransi dan dana pensiun, pemerintah, dan OJK melihat edukasi kepada masyarakat serta link and match antara kebutuhan industri dan lulusan perguruan tinggi mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan kedua industri ini. Dalam aktivitas akademik, saat ini hanya terdapat beberapa universitas yang telah mengenalkan mata kuliah tentang IKNB, khususnya Asuransi dan Dana Pensiun. Sementara kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga ahli di bidang IKNB seperti aktuaris, statistikawan, dan ahli asuransi, terlihat masih cukup besar. (ti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.