Gapkindo Sumut: Butuh Dukungan Pemerintah agar Prospek Karet Kembali Cerah

karet

karet
Medan, Jelasberita.com | Pemerintah perlu menunjukkan dukungan serius agar prospek karet kembali cerah. Demikian disampaikan oleh Edy Irwansyah, Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, kepada Jelasberita.com, Sabtu (21/2). Ia berharap pemerintah segera memikirkan upaya untuk meningkatkan industri hilir karet mengingat pertumbuhan industri otomotif global pesat.




“Pertumbuhan industri karet alam nasional sangat tergantung dengan pertumbuhan industri otomotif global yang dominan dari ban karet. Indonesia juga merupakan konsumen utama. Jadi, Gapkindo berharap pemerintah segera memikirkan usulan kami sebab penyerapan bahan baku karet masih sangat terbatas oleh industri hilir dalam negeri,” paparnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini pemerintah masih tetap diam saat harga dan ekspor karet semakin anjlok dan para petani karet menderita pengaruh penurunan tersebut. Ia melihat pemerintah sama sekali tidak melihat adanya tindakan nyata dari pemerintah untuk mendukung ekspor dan para petani karet.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut menunjukkan, antara Januari-Desember 2013 dibandingkan Januari-Desember 2014 ekspor karet dan barang dari karet Sumut merosot 30,64 persen. Nilai ekspor Free On Board (FOB) Januari hingga Desember 2014 hanya mencapai  US$1,456 miliar, turun dari US$2,1 miliar. Dikutip dari Reuters, harga SIR20 Belawan untuk kontrak Maret berkisar US$C 167,50-167,50 per kilogram, turun dibandingkan kontrak Januari yang berkisar di US$C 170,50-171,00.

Edy mengatakan, salah satu yang paling dikhawatirkan adalah banyaknya petani yang memilih beralih pekerjaan. Jika harga terus-menerus merosot dan belum ada upaya pemerintah untuk memberi bantuan, ekspor dan tanaman karet akan semakin tergerus. Padahal, lanjutnya, beberapa negara seperti Pemerintah Thailand, mengintervensi pasar demi menopang petani karet.




“Pemerintah kita belum ada tindakan nyata, berbeda dengan negara lain. Di India, pemerintahnya berencana menaikkan bea masuk impor. Di Thailand pemerintahnya telah berulang kali mengintervensi harga lokal dengan membeli karet. Bahkan, dikabarkan Thailand akan kembali intervensi harga lokal dengan membeli karet rakyat dengan dana 6 miliar baht atau 184,2 juta dolar AS,” terangnya.

Ia menambahkan, sebenarnya, prospek karet berpotensi cerah. Harga karet akan menguat didukung peningkatan perluasan industri ban karet yang akan mencapai 4,5 persen pada tahun mendatang. Hingga kini, bank karet pneumatik baru untuk mobil mendominasi pasar ban karet dengan target 45,4 persen dari permintaan global.




Pangsa pasar yang tersisa terbagi antara ban karet baru pneumatik untuk truk dan bus (32,6 persen), ban karet baru pneumatik untuk sepeda motor (1,6 persen), ban karet baru pneumatik untuk sepeda (1,2 persen), ban karet pneumatik baru untuk pesawat (0,5  persen), ban karet baru pneumatik lainnya (14,5 persen), ban karet vulkanisir (0,5 persen), strip/potongan ban untuk vulkanisir ban karet (0,1 persen), ban karet empuk dan padat (1,5 persen), karet ban dalam kendaraan bermotor (0,7 persen), karet ban dalam untuk sepeda (0,6 persen), karet ban dalam yang lain (0,7 persen). (ti)

 




Leave a Reply

Your email address will not be published.