Membeli Saham di Pasar Perdana

Membeli Saham di Pasar Perdana

ipo (1)




Salah satu pilihan investasi adalah membeli saham di pasar modal. Bagaimana caranya? Ada dua cara membeli saham di pasar modal. Pertama, membeli saham di pasar perdana, dan cara kedua adalah dengan membeli saham di pasar sekunder. Kali ini mari kita ulas membeli saham di pasar perdana.

Mengapa disebut pasar perdana? Karena ini adalah membeli saham yang pertama kali ditawarkan oleh emiten. Emiten adalah sebutan untuk perusahaan yang berstatus perusahaan publik atau perusahan terbuka yang menjual efek (dapat berupa saham atau obligasi) kepada masyarakat. Ketika perusahaan hendak menawarkan sahamnya kepada publik untuk memperoleh modal untuk pengembangan perusahaan, maka perusahaan tersebut akan melakukan penawaran umum atau disebut Initial Public Offering (IPO).




Ada tahapan yang harus dilalui untuk perusahaan bisa melakukan IPO. Untuk itu, perusahaan harus menggunakan jasa Penjamin Emisi Efek (PEE) atau disebut juga underwriter, yaitu perusahaan efek yang memiliki izin sebagai PEE yang menjalankan aktivitas jasa penjaminan emisi efek. Selain itu, dalam proses IPO, ada pula lembaga dan profesi penunjang yang akan terlibat, seperti Akuntan Publik, Penilai Efek, Notaris, Konsultan Hukum dan Biro Administrasi Efek.

ipoPerusahaaan yang hendak IPO atau disebut juga perusahaan yang akan go public,  harus mendapatkan persetujuan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai lembaga pengawas sektor keuangan, termasuk pasar modal. Kemudian, perusahaan tersebut akan menerbitkan prospektus yang berisi informasi mengenai perusahaan dan rencana IPO, serta memaparkan rencana penggunaan dana hasil IPO.

Investor bisa membeli saham perusahaan atau emiten yang telah memperoleh persetujuan efektif dari OJK melalui underwriter dan agen dari underwriter atau anggota sindikasi penjamin emisi. Biasanya apabila perusahaan yang ditawarkan dinilai bagus prospeknya, maka banyak penawaran yang masuk saat saham ditawarkan di pasar perdana. Bisa jadi penawaran lebih banyak dibanding saham yang ditawarkan.  Kelebihan permintaan dibandingkan saham yang ditawarkan disebut kelebihan permintaan atau oversubcribe.

Bila terjadi oversubscribe, maka biasanya tak semua permintaan akan mendapatkan jumlah saham sesuai pesanan, melainkan akan dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah pemesanan yang masuk. Saham yang dibeli di pasar perdana ini, bisa diperjualbelikan ketika sudah tercatat di bursa efek.  Harga saham yang dibeli di pasar perdana, misalnya seharga Rp100 per lembar, saat hari pertama perdagangan di bursa bisa langsung bergerak mengikuti penawaran dan permintaan (supply and demand) yang terjadi.

Ada tipe investor yang membeli saham di pasar perdana lalu menjual seketika begitu masuk ke pasar sekunder. Tetapi ada investor jangka panjang yang membeli saham di pasar perdana dan menyimpannya untuk diinvestasikan dalam jangka waktu panjang.

Jumlah pembelian saham perdana sama dengan pembelian di pasar sekunder yaitu per lot transaksi. Satu lot transaksi berarti 100 lembar saham. Artinya kalau membeli lima lot saham, berarti membeli 500 lembar saham dikalikan harga per saham yang ditawarkan.

Investor hanya bisa membeli saham di pasar perdana apabila dia sudah tercatat menjadi investor atau sudah membuka rekening efek dan memiliki Single Investor Identification (SID) di perusahaan efek. Dengan memiliki SID, investor bisa bertransaksi di pasar sekunder atau membeli saham di pasar perdana, (Tim BEI)

Artikel ini adalah kerjasama Jelasberita.Com dan PT. Bursa Efek Indonesia, Baca artikel lainnya di BELAJAR SAHAM

Leave a Reply

Your email address will not be published.