Pemerintah Berharap Dapat Tekan Defisit 1,9 Persen dalam APBN-P 2015

Jakarta, Jelasberita.com | Dalam anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jumat (13/2) lalu, pemerintah menargetkan dapat menekan defisit anggaran hingga 1,9 persen dari produk domestik bruto (PDB), atau sebesar Rp222,5 triliun.

Angka tersebut mengalami penurunan sebesar Rp23,4 triliun jika dibandingkan target defisit anggaran dalam APBN 2015 yang sebesar Rp245,9 triliun, atau 2,21 persen dari PDB. Pemerintah berharap, penurunan target defisit anggaran tersebut dapat memberikan efek positif bagi perekonomian Indonesia.

“Penurunan defisit anggaran tersebut diharapkan dapat memberikan sinyal positif bagi masyarakat, para pemangku kepentingan dan pelaku usaha, baik di dalam maupun luar negeri,” demikian ungkap Menteri Keuangan Bambang P.S.  Brodjonegoro dalam rapat paripurna pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN-P 2015 menjadi undang-undang pada Jumat (13/2).




Penurunan target defisit anggaran tersebut tidak lepas dari postur pendapatan dan belanja negara yang ditetapkan dalam APBN-P 2015. “Postur APBN-P di mana pendapatan negara dan hibah mencapai Rp1.761,6 triliun, belanja negara Rp1.984,1 triliun,” ungkap Menkeu.

Ia merinci, anggaran belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.319,5 triliun dan transfer ke daerah, termasuk dana desa sebesar Rp664,6 triliun.

Lebih lanjut Menkeu mengungkapkan pemerintah telah mengusulkan beberapa kebijakan, seperti realokasi belanja kurang produktif kepada pengeluaran yang lebih produktif, termasuk juga dukungan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pembangunan infrastruktur, serta defisit yang tetap terjaga pada level yang sehat.

“Pada akhirnya kita harapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia, sehingga tingkat kesejahteraan atau target pembangunan yang sudah disepakati bisa dicapai dengan baik,” jelasnya.(rls/ti)




 




Leave a Reply

Your email address will not be published.