Menkeu Jelaskan Perubahan Asumsi Makro RAPBN-P 2015

rapat rapbn




Jakarta, Jelasberita.com | Menteri Keuangan menyampaikan perubahan asumsi makro dalam rancangan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 yang telah disepakati oleh pemerintah dengan Panitia Kerja (Panja) A Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Perubahan asumsi makro RAPBN-P 2015 tersebut disampaikan Menkeu dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR untuk menetapkan postur sementara APBN-P 2015, Jumat (6/2) di Jakarta.

Menkeu mengatakan, untuk asumsi pertumbuhan ekonomi, misalnya,  pemerintah dan Panja A sepakat untuk menurunkan asumsi pertumbuhan ekonomi menjadi 5,7 persen, atau 0,1 persen lebih rendah dibandingkan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi dalam nota keuangan APBN-P 2015 yang sebesar 5,8 persen.

“Pembahasan mengenai asumsi untuk pertumbuhan ekonomi kesepakatan di Panja A yang juga berasal dari Komisi XI itu adalah 5,7 persen, atau lebih rendah dibandingkan nota keuangan di APBN-P yang 5,8 persen,” ujar Menkeu.

Terdapat dua faktor yang memengaruhi kesepakatan antara lain penurunan nilai tukar rupiah dan penurunan harga minyak mentah. Asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga disepakati melemah, yakni menjadi sebesar Rp12.500 per dolar AS. Sebelumnya, dalam nota keuangan APBN-P 2015, asumsi nilai tukar tercatat sebesar Rp12.200 per dolar AS.




Asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) juga mengalami penurunan menjadi 60 dolar AS per barel. Selain itu, hasil pembahasan Panja A dengan pemerintah juga menyepakati asumsi lifting minyak diturunkan menjadi 825 ribu barel per hari, dari sebelumnya 849 ribu barel per hari.

“Lifting minyak, mengingat kondisi baik dari sumur-sumur minyak yang ada di Indonesia maupun sedang tidak bersemangatnya para investor migas untuk meningkatkan produksi sebagai akibat harga yang rendah, maka lifting minyak turun dari 849 ribu barel per hari menjadi 825 barel per hari,” ungkap Menkeu. Di sisi lain, asumsi lifting gas mengalami peningkatan dari 1,17 juta barel per hari setara minyak menjadi 1,22 juta barel per hari setara minyak.




Sementara itu, asumsi inflasi dan tingkat suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan masing-masing disepakati tetap pada 5 persen dan 6,2 persen.(rls/ti)

 




Leave a Reply

Your email address will not be published.